BREAKING NEWS
 

Raih Best Stock Awards 2024, Saham BRI Perkuat IHSG

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 29 Januari 2024 19:26 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk emiten berkode BBRI yang sepanjang tahun 2023 mencatatkan kinerja keuangan dan kinerja saham yang positif. (Foto: Dok. BRI)

 Sebelumnya 
Sementara itu, Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito membeberkan, sebelum melakukan perhitungan saham yang layak menjadi juara, pihaknya mengawali penilaian dengan menerapkan seleksi awal yang mencakup 5 kriteria.

“Seleksi awal ini penting, agar saham yang menjadi jawara merupakan saham berkualitas terbaik yang bisa menjadi acuan investor,’’ kata Parto.

Adapun kriteria seleksi awal dalam pemeringkatan Best Stock Award yakni Emiten tercatat di IDX minimal lima tahun, rata-rata nilai transaksi harian dalam 1 tahun terakhir minimal Rp 1 miliar.

Selanjutnya tidak mengikutsertakan emiten yang mempunyai notasi khusus dari IDX sampai batas waktu pengolahan data yang ditentukan kemudian.

Baca juga : Mahfud Pastikan Tak Ada Ancaman di Pemilu 2024, Pergolakan Hal Biasa

Lalu, emiten tidak pernah atau tidak sedang memiliki mengalami masalah gagal bayar atau hukum berdasarkan keputusan resmi dalam tiga tahun terakhir.

Dalam rangka mendukung program ESG, emiten yang tidak memiliki Laporan Keberlanjutan periode tahun buku 2022 akan mendapat pengurangan nilai alias penalti.

“Setelah lolos seleksi awal, emiten yang lolos akan dihitung dengan menggunakan sejumlah indikator meliputi aspek Kinerja Keuangan yang diberi bobot 40 persen,” jelas Parto.

Terdapat lima indikator penilaian terkait aspek tersebut yakni tren pertumbuhan top line (pendapatan) dan bottom line (laba bersih) selama 5 tahun, pertumbuhan gross profit margin selama 5 tahun, pertumbuhan laba operasi selama 5 tahun, pertumbuhan arus kas dari operasi selama 5 tahun, serta pertumbuhan ROE dan ROA selama 5 tahun.

Baca juga : Indosat Shehacks 2023 Lahirkan 3 Inovator Perempuan Bidang Start Up

Kemudian aspek valuasi diberi bobot 20 persen dan menggunakan 2 indikator penilaian yakni Price to Earning Ratio atau rasio yang membandingkan antara harga saham dengan laba per saham dari setiap saham.

Serta Price to Book Value Ratio yakni rasio yang membandingkan antara harga saham dengan nilai buku per saham.

Ada pula aspek Volatilitas dengan bobot 20 persen dan menggunakan indikator BETA.

BETA merupakan indikator untuk mengukur sensitivitas suatu saham terhadap pergerakan IHSG sebagai benchmark-nya.Semakin low sensitivity atau BETA yang rendah maka diindikasikan dapat lebih stabil.

Baca juga : Ini Strategi Dwi Sutoro Dorong Hilirisasi Komoditas Perkebunan BUMN

Terakhir yakni aspek Likuiditas yang diberi bobot 20 persen dan menggunakan dua indikator yakni rata-rata nilai transaksi harian dan rata-rata nilai frekuensi harian dalam setahun terakhir.

“Dengan indikator penilaian ini dapat menjadi acuan BBRI menjaga kinerja gemilang sepanjang 2024,” sebut Parto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense