RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya menekan impor daging dan menargetkan bisa swasembada daging pada 2026. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengembangkan peternakan sapi di tiga daerah.
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, otoritas terkait di Indonesia telah memulai proses perencanaan dalam pengembangan ternak sapi di Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Harapannya, mampu mengurangi impor daging sapi.
“Kita kan punya wilayah-wilayah yang cukup besar di Sulawesi, Kalimantan dan NTT. Ada padang rumput yang luas, saya kira kita bisa swasembada daging,” kata Ma’ruf saat mengunjungi penyembelihan sapi bersertifikasi halal di Wellington, Selandia Baru, Kamis (29/2/2024).
Ma’ruf mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) juga sedang mengembangkan proyek pembiakan sapi biru asal Belgia untuk menyokong swasembada daging.
Dalam sejarahnya, sapi biru Belgia atau Belgian Blue merupakan perkawinan antara sapi Shorthorn atau Durham dengan sapi lokal Belgia. Sapi hasil persilangan ini memiliki warna kulit kebiruan, sehingga disebut Belgian Blue.
Menurut Ma’ruf, sapi berpostur bongsor itu memiliki bobot yang serupa sapi jenis Limosin.
Baca juga : Jakarta Darurat Waduk Raksasa
Dia menjelaskan, Pemerintah Indonesia menargetkan swasembada daging sapi pada 2026 melalui berbagai upaya percepatan peningkatan populasi sapi.
Pada masa pemerintahan Presiden Jokowi, Kementan telah mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan kelahiran, perbaikan kualitas pakan, dan pengendalian penyakit pada sapi. Salah satunya melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48 tahun 2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Bunting (Upsus Siwab).
Selanjutnya, juga diterbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2020 tentang Peningkatan Produksi Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memutuskan, volume impor daging sapi untuk 2024 sebesar 145.250,60 ton berdasarkan hasil penghitungan ulang volume impor daging lembu konsumsi reguler.
Soal kerja sama Indonesia dan Selandia Baru, Ma’ruf menyatakan, produk hewani dan rempah menjadi salah satu peluang untuk mendongkrak neraca perdagangan kedua negara.
Selandia Baru memiliki potensi perdagangan daging sapi dan domba halal, serta sejumlah produk turunan seperti keju dan susu.
Baca juga : Nottingham Forest Vs Liverpool, Forest Butuh Keajaiban
“Yang lebih besar lagi, selain sapi itu keju, susu, dan dari kita rempah-rempah,” katanya.
Ma’ruf mengatakan, Taylor Preston merupakan salah satu perusahaan pemasok ekspor daging sapi ke Indonesia, rata-rata sebesar 16 persen dari total produksi 1,2 juta ekor domba, kambing, dan sapi per tahun.
Daging sapi dan produk turunannya juga diekspor dari Selandia Baru melalui sejumlah produsen lainnya, seperti di Hamilton.
“Jadi, memang timbal baliknya dari sini daging sapi, domba, keju dan susu. Bahkan susu kita sangat besar,” katanya.
Menurut Wapres, Indonesia kaya akan rempah-rempah yang dapat memasok kebutuhan bumbu masak hingga pakan bagi kebutuhan ternak di Selandia Baru.
Hingga saat ini, rempah khas Indonesia masih populer dan menarik perhatian dunia. Terbukti dari tingginya produk rempah-rempah khas Indonesia yang banyak diekspor ke berbagai negara, seperti lada, cengkih, pala, hingga kayu manis.
Baca juga : Main Tenang, Medvedev Melaju
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama Januari-November 2023 volume ekspor rempah-rempah Indonesia mencapai 148,22 ribu ton atau naik 29,77 dengan total nilai ekspor mencapai 564,12 juta dolar AS.
Neraca perdagangan Indonesia dan Selandia Baru mengalami tren penurunan 18,82 persen dari 2.128,7 juta dolar AS pada tahun 2022 menjadi 1.728 juta dolar AS pada 2023.
Seperti diketahui, Ma’ruf melakukan kunjungan kerja ke Selandia Baru pada 25 Februari hingga 2 Maret 2024 dengan membawa misi perdagangan bilateral hingga sejumlah isu tentang budaya dan agama. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 01 Maret 2024 dengan judul "Targetkan Swasembada Daging Pada 2026, Indonesia Kembangkan Ternak Sapi Di 3 Daerah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.