BREAKING NEWS
 

”Tsebumi”, Pahlawan dengan Tanda Jasa untuk Bangunkan Sang Macan Asia

Writer : Siva Qolbina Riyanto
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 23 April 2024 22:58 WIB
Logo Tsebumi (Sumber: Penulis)

Alam, Energi, dan Indonesia

Langit cerah, air jernih, dan udara bersih merupakan impian seluruh makhluk di muka bumi. Namun, di tengah situasi genting saat ini, yakinkah anda harapan tersebut akan terjadi? Dalam paparannya pada Green Economy Forum 2023, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi ancaman krisis energi. Pasalnya, sebanyak 42,2% energi di wilayah macan asia yang tertidur ini dipasok oleh batu bara dan 31,4% dari minyak bumi (CNN Indonesia, 2023).

Ketika terjadi proses pembakaran, energi yang terbentuk dari fosil-fosil hewan dan tumbuhan di masa lampau ini akan melepaskan karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NO), dan gas rumah kaca lainnya ke udara yang akan menumpuk dan memerangkap panas di atmosfer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa tahun 2023 menempati urutan kedua tahun terpanas di Indonesia sejak 30 tahun terakhir sebagai akibat dari perubahan iklim yang terjadi.

Saatnya Bergerak, Bukan Menyalahkan

Dampak perubahan iklim akibat pemanfaatan energi fosil secara tidak bijak bagaikan bom waktu yang siap meledak. Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kebakaran, kekeringan, dan gagal panen menjadi pengingat bahwa harus ada tindakan yang segera dilakukan sebelum terlambat. Salah satu upaya jangka panjang untuk mengatasi masalah ini adalah dengan dimulainya pemanfaatan dan penggunaan energi terbarukan. Energi terbarukan merupakan energi yang berasal dari sumber energi berkelanjutan yang tidak akan habis jika dikelola dengan baik. Sumber energi ini meliputi biomassa, panas bumi, sinar matahari, angin, serta gelombang dan aliran air. Energi berkelanjutan memproduksi gas rumah kaca lebih sedikit daripada energi fosil pada setiap penggunaanya, sehingga dapat dijadikan sebagai solusi tepat atas fenomena perubahan iklim saat ini (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2019).

Target yang Belum Tercapai

Pemerintah optimis menargetkan jumlah transisi Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional mampu mencapai 23% pada tahun 2025. Namun, angka ini tergolong cukup jauh dari capaian EBT pada tahun 2023, yaitu sebesar 13,09% dengan target awal tahun yang ditetapkan sebesar 17,87%. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa beberapa faktor yang menyebabkan realisasi EBT pada tahun 2023 masih di bawah target, antara lain karena peningkatan harga komoditas energi fosil, serta kendala teknis dan pembiayaan dalam pembangunan pembangkit listrik EBT. Tak hanya itu, permasalahan di atas juga dipengaruhi oleh kondisi masyarakat Indonesia. Pasalnya, tidak semua warga negara Indonesia memiliki akses setara pada energi berkelanjutan yang aman, andal, dan terjangkau.

“Tsebumi” untuk Solusi Masa Depan Berkelanjutan

Baca juga : Tak Ada Korban Jiwa, Pangdam Jaya: Sistem Gudang Amunisi Sangat Aman

Untuk menghadapi persoalan di atas, Tsebumi hadir sebagai solusi tepat sasar dan inklusif yang dapat menjadi teman perjalanan masyarakat dalam proses transisi dan  perealisasian energi terbarukan sebagai penunjang kehidupan. Tsebumi merupakan sebuah digital platform yang menghubungkan berbagai individu dan komunitas dalam mengadopsi dan mengelola energi terbarukan secara kolektif. Tujuan utama Tsebumi adalah untuk memberikan informasi dan edukasi yang mudah dipahami dengan cara menyenangkan mengenai energi terbarukan, potensinya di berbagai daerah, dan peluang yang tercipta atas hal tersebut, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya energi terbarukan dan pengoptimalannya secara efektif, serta mendorong gaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Baca juga : Pertamina Jamin Stok BBM Lebaran Aman


Logo Tsebumi

“Tsebumi” dan Potensi Pengembangannya

Baca juga : Sufmi Dasco Ucapkan Belasungkawa untuk Korban Serangan Teroris di Rusia

Sejalan dengan slogan “Demi Cahaya Nusantara”, Tsebumi memiliki beberapa fitur-fitur interaktif yang dapat diakses oleh para pengguna agar dapat merasakan manfaat secara maksimal, antara lain: 

Ilustrasi aplikasi Tsebumi

Untuk mencapai potensi maksimal, Tsebumi akan menjalin kerja sama dengan pemerintah, swasta, organisasi nirlaba, dan pakar energi terbarukan. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu pergerakan positif bagi platform dalam menyediakan edukasi dan wadah bagi masyarakat mengenai pemanfaatan energi terbarukan, perluasan jangkauan, serta penambahan fitur-fitur baru untuk meningkatkan manfaat dan kegunaan platform.

Hal sederhana untuk dampak luar biasa

Tsebumi percaya bahwa langkah-langkah kecil merupakan awal dari sebuah keberhasilan. Harapannya Tsebumi dapat berkontribusi dalam penanggulangan perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanfaatan energi fosil secara berlebihan, sehingga ketahanan energi terbarukan nasional dapat berdiri dengan kuat dan berkelanjutan. Lingkungan yang sehat diharapkan dapat menciptakan kualitas hidup yang baik pula bagi masyarakat di sekitar, sehingga angka produktivitas sumber daya manusia tetap terjaga agar dapat memanfaatkan peluang usaha dan lapangan kerja baru di bidang energi terbarukan secara optimal.

Tsebumi secara langsung turut berkontribusi dalam upaya pengimplementasian Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-9, yaitu Industry, Innovation, and Infrastructure. Seiring berjalannya pengembangan inovasi Tsebumi dalam bidang teknologi informasi mengenai energi terbarukan, diharapkan poin-poin SDGs lainnya dapat tercapai dengan baik. Hal ini meliputi poin ke-10 Reduce Inequalities, ke-11 Sustainable Cities and Communities, ke-13 Climate Action, dan ke-17 Partnership for the Goals.

Bergerak bersama untuk Indonesia yang raharja

Di tengah krisis energi dan perubahan iklim, Tsebumi hadir sebagai solusi inovatif untuk mendorong transisi energi hijau di Indonesia. Digital platform ini menghubungkan individu dan komunitas, menyediakan informasi dan edukasi mengenai energi terbarukan, serta membantu masyarakat dalam mengadopsi dan mengelola energi terbarukan secara kolektif. Tsebumi memiliki potensi besar untuk mendorong transisi energi yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia. Mari dukung Tsebumi untuk mewujudkan masa depan bumi yang lebih cerah dan sehat karena cahaya Nusantara adalah milik kita!

Daftar pustaka

CNN Indonesia. 2023. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230606140602-85-958273/menteri-esdm-sebut-ri-rawan-terancam-krisis-energi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2024. ESDM. https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/pemerintah-kejar-tingkatkan-bauran-ebt.

Sudirman, Muhammad. 2024. BMKG. https://www.bmkg.go.id/iklim/anomali-suhu-udara-tahunan.bmkg?p=anomali-suhu-udara-rata-rata-tahun-2023&tag=&lang=ID.

Surya Darma, Herbert Lubis, Riza Husni. 2019. Pojok Iklim. https://pojokiklim.menlhk.go.id/read/mendorong-transisi-menuju-energi-terbarukan-demi-masa-depan-yang-berkelanjutan.

United Nations. n.d. “THE 17 GOALS | Sustainable Development.” Sustainable Development Goals. https://sdgs.un.org/goals.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense