BREAKING NEWS
 

Kombinasi Smart City dengan Energi Terbarukan sebagai Strategi Investasi

Writer : Maria Enjellina Novita Rosa Aprila Purba
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 17 April 2024 15:38 WIB
Ilustrasi Kota. (Foto: unsplash.com)

Indonesia melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) berkomitmen untuk melakukan pengadaan energi sebagai modal pembangunan Indonesia. Indonesia ingin mewujudkan kemandirian dalam pengadaan energi serta ketahanan energi untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Salah satu perencananya ialah Indonesia akan melakukan pengembangan energi terbarukan, mengingat antisipasi isu krisis energi (Humas, 2017) .

Awalnya, di dalam kebijakan energi nasional (KEN) sudah ditetapkan target bahwa porsi penggunaan EBT sebanyak 13% di tahun 2017 hingga menjadi 23% di tahun 2025. Namun angka target ini diturunkan menjadi 17-19% di tahun 2025 ketika Konferensi Pers Capaian Tahun 2023 dan Program Kerja 2024 Dewan Energi Nasional. Jika dibandingkan dengan  realisasinya, di akhir tahun 2023, bauran EBT Indonesia masih mencapai 13,1%. Tentu angka ini masih jauh dengan target tahun 2025 yang sudah diturunkan tadi (Setiawan, 2024). 

Untuk mengejar target, Indonesia membuka investasi. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), Indonesia membutuhkan total investasi sekitar USD 55.18 miliar. Pada awal penegembangan investasi EBT, investasi yang didapatkan mencapai USD 2 miliar di tahun 2017. Namun angka itu turun seiring bergantinya tahun hingga hanya mencapai 1,17 miliar dolar AS di tahun 2023 (Karyza, 2023).

Salah satu alasan rendahnya investasi EBT adalah kondisi Indonesia sebagai negara berkembang yang belum lama memiliki pengalaman dalam pengembangan EBT. Sudah diketahui Indonesia masih di tahap mulai merintis, pasokan sumber energi terbesar masih dipegang oleh batu bara. Regulasi, kebijakan, tahap pengembangan, rencana, ketersediaan sumber daya, rantai pasok domestik serta aspek lainnya belum memiliki daya tarik yang tinggi untuk para investor yang tidak ingin mengambil risiko (Tumiwa, 2020). 

Oleh karena itu, Indonesia harus memikirkan strategi yang meyakinkan investor mengenai energi terbarukan. Salah satu strategi yang Indonesia dapat terapkan adalah mengintegrasikan konsep perencanaan wilayah yang memiliki sasaran konsumen yang besar dan berkelanjutan.Terdapat satu konsep perencanaan wilayah yang berkelanjutan dalam mengintegrasikan komponennya yaitu Smart City atau Kota Cerdas.

Konsep Smart City

Konsep Smart City berawal dari penerapan konsep digital city di Kota Amsterdam, Belanda pada tahun 1994. Pemerintah dan warga  Kota Amsterdam melakukan forum dialog dengan menggunakan website untuk membahas permasalahan kota. Dari kota Amsterdam inilah merambatkah kajian penelitian perencanaan berbasis teknologi. Smart City adalah konsep pelayanan kota yang diintegrasikan dengan inovasi teknologi. UNECE (United Nations Economic Commision for Europe) mengartikan Smart City adalah kota inovatif yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas hidup, efisiensi operasi dan layanan kota serta memenuhi kebutuhan generasi mendatang baik dibidang ekonomi, sosial, lingkungan, serta budaya (Sofa, 2023). Smart City ini merupakan strategi yang dibentuk perkotaan untuk memecahkan permasalahan akibat penduduk yang tinggi dengan teknologi. Smart City sudah menjadi tren yang diterapkan berbagai negara seperti singapura yang dinobatkan sebagai Smart City terbaik di tahun 2020/2021 oleh konsultan Eden Strategy Institute (Handoyo, 2022).

Lalu kenapa teknologi? Di masa yang sekarang, kita sudah merasakan secara langsung bahwa dengan teknologi kita dapat menyelesaikan permasalahan kita dengan efisien dan efektif  serta menghemat biaya dan energi.  Teknologi sudah menjadi penelitian dan selalu berkembang. Dengan penerapan teknologi, inovasi-inovasi lainnya dapat terwujud. Konsep Smart City ini sangatlah  konsep yang fleksibel karena terbuka akan inovasi-inovasi tersebut.

Komponen Penerapan Smart City

Dalam menerapkan Smart City, terdapat berbagai banyak teori. Berdasarkan yang dijelaskan pada laman SmartCity.Jakarta (2021) bahwa terdapat beberapa pilar Smart City, yaitu:

Investasi Smart City

Pengembangan smart city ini merupakan investasi perencanaan wilayah yang dilakukan secara besar-besaran. Merespon teknologi yang terus berkembang, sudah seharusnya teknologi dimanfaatkan dalam perencanaan Indonesia. Konsep Smart City ini perlu digalakan di berbagai wilayah Indonesia agar sistem yang terintegrasi kuat. 

Transformasi digital untuk menerapkan konsep Smart City ini tentu memiliki anggaran biaya yang besar. Namun, konsep ini memiliki prinsip yang berkelanjutan sehingga penerapannya merupakan investasi menjanjikan untuk jangka panjang. Ketika seluruh daerah sudah menerapkan Smart City, peran EBT hadir dalam menyediakan energi  untuk bekerjanya Smart City. Kebijakan Smart City ini dapat dijadikan daya tarik untuk investor di bidang energi karena proyek EBT dipastikan akan tetap berlanjut di sistem kehidupan perkotaan. Sistem kota tersebut akan berjalan terus tiap harinya.. Apabila investasi energi terbarukan dikemas dengan konsep Smart City, maka dapat meningkatkan daya tarik investasi tersebut.

Salah satu bukti Smart City memiliki daya tarik ialah proyek pembangunan IKN. Pada proses pembangunan IKN, konsep Smart City sudah menarik investor dari berbagai kalangan dari 11 negara. Otoritas IKN sebelumnya menawarkan empat paket investasi pada acara “ Market Briefing Smart City” pada maret 2024 kemarin. Di acara tersebut ditawarkan empat paket investasi Smart City IKN yaitu Investasi di Pusat Data, Investasi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, Investasi di Pusat Kontrol Terpadu, Investasi di Smart Poles (Tiang Pintar). Totalnya terdapat 36 perusahan dari berbagai negara yang tertarik pada investasi Smart City IKN tersebut (Satria, 2024).

Penutup

Baca juga : Urai Kemacetan, Polri Terapkan One Way Arah Puncak Ke Jakarta

Kita sudah mengetahui bagaimana lambatnya investasi energi terbarukan di Indonesia. Pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan strategi yang lebih menarik dimata investor. Konsep Smart City merupakan konsep sistem kota yang berkelanjutan yang dapat didukung dengan pengadaan energi berkelanjutan. Investasi energi terbarukan dapat dikemas dengan konsep  Smart City. Hal ini dapat dijadikan jaminan di mata investor untuk investasi jangka panjang.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense