BREAKING NEWS
 

Pasca Integrasi, 21 Juta Mitra Pedagang Bergabung

Tokopedia Dan TikTok Kerek Omzet UMKM

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Rabu, 5 Juni 2024 07:00 WIB
E-Commerce Communications Director ShopTokopedia, Nuraini Razak, bersama Andoni Pridatama, pemilik Sarang Maduku, di Malang, Senin (3/6/2024). Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
“Jumlah pembeli di ShopTokopedia dalam aplikasi TikTok di Jawa Timur mengalami kenaikan dua kali lipat,” jelas Nuraini dalam kegiatan Media Briefing di Malang, Jawa Timur, Senin (3/6/2024).

Nuraini mengatakan, me­lihat potensi yang besar di Malang dan Jatim, Tokopedia dan ShopTokopedia menggen­carkan deretan inisiatif untuk mendorong perkembangan para pelaku usaha.

Berdasarkan data Pemerintah, UMKM memiliki potensi besar di Malang dan Jatim, karena menyumbang 58,36 persen. bagi Produk Domestik Regional (PDRB) Provinsi pada 2022.

Sementara pertumbuhan eko­nomi Malang pada 2023 tercatat sebesar 6,07 persen, salah satu yang tertinggi di Jatim.

Baca juga : Diguyur Hujan, Polusi Di Jakarta Tetap Jelek

Data internal Tokopedia men­catat bahwa para pelaku usaha di Jawa Timur, termasuk UMKM lokal yang mengikuti kampa­nye Beli Lokal di Tokopedia, mengalami rata-rata kenaikan transaksi 1,5 kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum mengikuti Beli Lokal.

Capaian itu termasuk volume pesanan secara keseluruhan pada kampanye Beli Lokal di ShopTokopedia dalam aplikasi TikTok, yang melonjak 2,5 kali lipat pada Februari 2024 jika dibandingkan rata-rata volume pesanan pada September 2023.

Tak heran, kenaikan pertum­buhan volume dan transaksi pembeli juga dirasakan penjual di Tokopedia dan ShopToko­pedia.

Pemilik usaha Sarang Maduku, Andoni Pridatama contohnya. Berkat Tokopedia dan ShopTokopedia, dia mengaku, Sarang Maduku telah meraup omzet hingga Rp 2 miliar per tahun.

Baca juga : Si Ayam Jantan Siap Panaskan Mesin Gol

Bahkan saat mengikuti kam­panye Waktu Indonesia Belanja (WIB), kenaikan penjualan Sa­rang Maduku mencapai hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelum bergabung kampanye tersebut.

“Melihat dampak yang positif tersebut, Sarang Maduku juga mengikuti promo Guncang 6.6,” katanya di kesempatan yang sama.

Andoni bercerita, usaha yang berdiri sejak tahun 2020 ini, tercatat hingga Juni 2024 telah memberdayakan 120 peternak lebah dari seluruh Indonesia. Seperti Malang, Kediri, Subang, Pati, Jambi, Riau dan lainnya, yang menghadirkan varian madu murni. Tak hanya itu, Sarang Maduku juga telah menggan­deng tiga ahli gizi dalam mengoptimalkan manfaat dari madu olahannya.

“Kini Sarang Maduku me­miliki lebih dari 30 varian madu dengan karakteristik, rasa, serta manfaat yang beragam,” jelasnya.

Baca juga : Minionswati Jinakkan Andalan Gajah Perang

Kenaikan omzet secara sig­nifikan juga dialami oleh Founder Tanduria Habib Thabrani (Mas Bon). Sejak berdiri pada 2021, Tanduria asal Malang ini langsung bergabung dan berjualan di Tokopedia. Total omzet Tanduria saat ini mencapai Rp 40 juta-80 juta per bulan.

“Sejak berjualan di Tokope­dia dan ShopTokopedia, pen­jualan kami naik signifikan,” ujar Mas Bon.

Dalam pengembangannya, Tanduria telah menggandeng 4.000 petani urban (perkotaan) dalam melakukan sharing terkait tanaman, yang menyebar dari kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Surabaya hingga Medan. Tak hanya itu, penjualan Tanduria juga telah menyebar di seluruh Indonesia hingga Papua. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Rabu, 5 Juni 2024 dengan judul "Pasca Integrasi, 21 Juta Mitra Pedagang Bergabung, Tokopedia Dan TikTok Kerek Omzet UMKM"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense