BREAKING NEWS
 

Kualitas Tenaga Pendamping Koperasi dan UKM Dongkrak Kompetensi KUKM

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 27 Juni 2024 07:56 WIB
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Seskemenkop UKM) Arif Rahman Hakim (kanan) menegaskan pentingnya kualitas, kompetensi, dan spesialisasi bagi para Tenaga Pendamping bagi koperasi dan UMKM di daerah, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil, dalam mengembangkan usahanya. (Foto: Dok. Kemenko UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Seskemenkop UKM) Arif Rahman Hakim menegaskan pentingnya kualitas, kompetensi, dan spesialisasi bagi para Tenaga Pendamping bagi koperasi dan UMKM di daerah, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil, dalam mengembangkan usahanya.

"Namun, pola pendampingan yang diberikan harus keluar dari cara yang biasa. Pendampingan harus secara intensif diberikan sesuai dengan kebutuhan, skala, dan karakter dari usahanya," ucap Arif dalam keterangan resmi, Rabu (26/6/2024).

Untuk itu, pihaknya mendorong agar para Tenaga Pendamping perlu memiliki spesialisasi tertentu. Hal ini mengingat cakupan bidang bisnis yang relatif luas.

Baca juga : Adopsi Tata Kelola Peternakan Austrex, Kemenkop UKM Dorong Ketahanan Pangan Nasional

"Para pendamping dapat diarahkan untuk memilih spesialisasi bidang pendaftaran legalitas usaha, bidang produksi, bidang keuangan, bidang SDM dan kelembagaan, hingga bidang pemasaran," jelasnya.

Arif mencontohkan, catatan Evermos dan Shopee (2021) yang menyebutkan bahwa UMKM di Indonesia mayoritas berada pada tahap 'New Comer' dengan karakter tidak memiliki perancanaan bisnis yang baik, sulit memahami target pasar yang tepat, sulit mendalami jenis produk yang sesuai pasar dan sulit memenuhi permintaan secara efektif dan efisien.

Adsense

Menurut Arif, peran Tenaga Pendamping sangat dibutuhkan dalam mengaddress tantangan tersebut, sekaligus menghubungkan mereka dengan kebijakan dan program strategis pemerintah.

Baca juga : Kemenkop UKM Sosialisasi Pengembangan Koperasi, UMKM Dan Kewirausahaan 2025-2029

“Para Tenaga Pendamping diharapkan dapat berkomunikasi secara baik dengan para pelaku usaha mikro dan kecil," kata Arif.

Para Tenaga Pendamping butuh pemahaman lebih tentang networking atau relasi agar produk yang dihasilkan pelaku usaha mikro dan kecil bisa mengakses pasar yang lebih luas. "Itu semua ada ilmunya yang bisa dipelajari," tegasnya.

Bahkan, menurut Arif, karena penyusunan business plan sesuai dengan skala usahanya penting, ke depan akan disiapkan aplikasinya. Di sisi lain, ini juga akan memudahkan akses UMKM ke kalangan investor dan perbankan.

Baca juga : Hasil SNBT 2024, Pendidikan Tinggi Vokasi Kian Diminati

Arif berharap, agar para Tenaga Pendamping terus meningkatkan pengetahuannya, melalui handphone yang dimiliki. Dengan begitu, bisa menjadi anggota perpustakaan nasional yang memiliki ratusan ribu buku pengetahuan, secara virtual.

Peran tenaga pendamping juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang inklusif melalui peningkatan kualitas usaha dalam hal perencanaan bisnis, hingga pencatatan pelaporan usaha untuk memudahkan akses pembiayaan.

“Maka ke depan bisa membangun dan mengembangkan produk-produk unggulan sesuai kearifan lokal yang ada di wilayahnya," pungkas Arif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense