BREAKING NEWS
 

Resmi Melantai di Bursa, Saham ISEA Oversubscribe 12,9 Kali

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 8 Juli 2024 10:46 WIB
Direktur Utama PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) Ibnu Syena Alfitra saat memberikan sambutan saat pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/7/2024). (Foto: RM.ID/KPJ)

RM.id  Rakyat Merdeka - Produsen dan eksportir produk olahan udang terintegrasi, PT Indo American Seafood Tbk (ISEA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Senin (8/7/2024).

Perseroan menerbitkan 290 juta saham baru di harga Rp 250 per saham dengan total perolehan dana Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 72,5 miliar yang akan digunakan sebagai modal kerja. 

Saat pembukaan perdagangan perdananya, ISEA berhasil mencatatkan harga di level Rp 290. Harga saham ISEA mengalami kenaikan 16 persen dari harga penawaran awal. 

Selain itu, antusiasme investor terhadap saham ISEA cukup tinggi, dengan oversubscription atau kelebihan permintaan sebanyak 12,9 kali.

Baca juga : Diincar Investor, Sukuk ESG BSI Rp 9 Triliun Oversubscribe 3 Kali Lipat

Direktur Utama ISEA Ibnu Syena Alfitra memberikan apresiasinya kepada investor baik institusi maupun ritel dan publik yang telah memberikan dukungan sepanjang proses IPO ISEA. 

Ibnu meyakini IPO ini merupakan langkah strategis perseroan untuk menjamin ketersediaan bahan baku dengan meningkatkan kapasitas produksi kolam yang masih underutilized. Saat ini, ISEA memiliki anak usaha yakni PT Indokom Samudra Persada (ISP), aset strategis yang memiliki 96 kolam budidaya dengan jumlah kolam yang aktif beroperasi masih sebanyak 32 kolam. Ibnu mengatakan, manajemen menargetkan ISEA dapat meningkatkan kapasitas produksi sebesar 90 persen atau menjadi sekitar 86 kolam yang aktif beroperasi pada akhir tahun 2024. 

"Harapannya, peningkatan ini akan berkontribusi dalam mendukung Pemerintah Indonesia mencapai target produksi 2 juta ton ekspor udang di 2024. Perseroan optimistis peningkatan kapasitas ini akan berdampak positif pada kinerja keuangan yang berkelanjutan ke depannya," kata Ibnu. 

Adsense

Direktur Keuangan ISEA Ibnu Surya Ramadhan menjelaskan, berdasarkan kinerja tahun 2023, valuasi saham ISEA dalam hal ini PER masih berada di bawah rata-rata industri dan PBV berada di atas rata-rata industri. 

Baca juga : IPO MIND ID Perkuat Investasi Dan Bisnis

Oversubscription IPO yang mencapai 12,9 kali, kata dia, menunjukkan kepercayaan investor terhadap ISEA ke depannya. Berbekal dana segar yang diperoleh dari IPO, ke depannya, valuasi saham ISEA akan semakin menarik seiring peningkatan utilisasi kapasitas produksi yang juga meningkatkan efisiensi biaya operasional dengan volume produksi udang Vannamei yang lebih besar. 

Pada tahun 2024 ini, ISEA juga menargetkan membukukan pendapatan usaha tumbuh 2 kali lipat dibandingkan periode tahun lalu menjadi Rp 398,6 miliar dan menargetkan laba sebesar Rp 27,1 miliar pada akhir tahun 2024. 

Berbekal peningkatan utilisasi kapasitas produksi tahun ini dan diputuskannya kebijakan AS terkait countervailing duty (CVD) sejak Februari 2024, ISEA masih optimistis untuk mencapai target tersebut pada tahun ini. 

"Dana IPO perseroan akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku (90 persen), biaya penjualan dan pemasaran (5 persen), biaya perawatan dan utilitas (4,85 persem, serta biaya keperluan kantor (0,15 persen). Kami percaya dengan IPO ini, kinerja ISEA dapat melesat ke depannya," jelasnya. 

Baca juga : Resmi Jadi Menkopolhukam, Jokowi Minta Hadi Dukung Investasi

Sementara, Direktur PT KB Valbury Sekuritas, Benjamin S. Notodihardjo yang mewakili Penjamin Pelaksana Emisi Efek mengatakan oversubscription dalam IPO ISEA membuktikan minat investor terhadap perusahaan eksportir makanan masih cukup tinggi. 

"Kehadiran emiten ISEA di pasar modal semakin menambah pilihan investor untuk memilih saham perusahaan dengan potensi besar ke depannya," katanya.

Apalagi, lanjut Benjamin, ISEA diuntungkan dengan kondisi nilai tukar dolar yang menguat saat ini karena pendapatan usaha perseroan 98,5 persem berasal dari segmen ekspor sementara biaya operasional dalam mata uang rupiah. 

Dalam kesempatan ini, ISEA juga menawarkan potensi investasi yang menjanjikan dengan komitmen manajemen menjaga kinerja positif yang berkelanjutan dan pembagian dividen tiap tahun sebesar 30 persen dari laba bersih perseroan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense