Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diincar Investor, Sukuk ESG BSI Rp 9 Triliun Oversubscribe 3 Kali Lipat
Rabu, 5 Juni 2024 13:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sustainability Sukuk BSI atau Sukuk Mudharabah Keberlanjutan yang bakal diterbitkan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk, meraih antusiasme yang tinggi dari pasar.
Diluncuran Rabu (15/5/2024), BSI mencatat pemesanan (booking) dari investor untuk Sukuk Sustainability BSI sudah mencapai 300 persen atau sekitar Rp 9 triliun.
BSI berencana menerbitkan Sustainability Sukuk sebanyak Rp 3 triliun dengan kisaran imbal hasil 6,40-7,20 persen untuk jangka waktu 1, 2 dan 3 tahun dengan masa penawaran awal sejak 14-30 Mei 2024.
Sukuk tersebut teridiri dari dari tiga seri, yaitu seri A dengan jangka waktu satu tahun, seri B jangka waktu dua tahun dan seri C jangka waktu tiga tahun.
Saat ini dalam proses perijinan tahap akhir OJK. Dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk mendukung pembiayaan dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS).
Baca juga : Kepincut Kaesang, Suara PSI Solo Naik 5 Kali Lipat
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, manajemen perseroan optimistis Sustainability Sukuk BSI akan diserap secara maksimal oleh pasar.
“Kami optimis akan terserap optimal karena kinerja perseroan saat ini berada di atas rata-rata industri perbankan dilihat juga dari rating idAAA serta merupakan sukuk pertama yang diterbitkan BSI. Sukuk Sustainability ini akan menjadi pilihan investasi menarik bagi masyarakat, terutama anak-anak muda,” ucapnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/6/2024).
Sukuk ESG BSI dapat dimiliki investor institusi dan ritel dengan harga per unit Rp 5 juta. Saat ini mayoritas yang melakukan booking dari kategori investor institusi.
Sukuk Sustainability BSI bisa dibeli investor di perusahaan sekuritas yang bekerja sama dengan perseroan, yakni Mandiri Sekuritas, BNI sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Mega Capital Sekuritas dan Maybank Sekuritas.
Ade Cahyo menjelaskan, penerbitan sukuk ESG ini melengkapi serangkaian aktivitas BSI di pasar modal. Di antaranya right issue pada 2022, penerbitan surat berharga EBAS-SP SMF-BRIS 01 dan di awal tahun ini Sukuk Sustainability.
Baca juga : Bahlil Datangkan Investasi Rp 142 Triliun, Pengamat: Kuatkan Ekonomi Kita
"Apalagi sukuk ESG (Environmental, Social and Government) juga merupakan hal menarik, karena beberapa investor kerap menanyakan praktik ESG sebuah perusahaan," kata Ade Cahyo.
Menurutnya, dana yang diperoleh dari penerbitan sukuk tersebut akan disalurkan ke pembiayaan yang sudah ada (eksisting), pada kategori KUBL dan KUBS.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, dana yang dihimpun dari penerbitan Sustainability Sukuk BSI sekitar 30 hingga 50 persennya akan disalurkan di sektor KUBL. Yaitu untuk kategori energi terbarukan, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan menghasilkan lebih sedikit polusi, serta pengelolaan air limbah yang berkelanjutan.
"Sedangkan penyaluran dana untuk kategori KUBS memiliki porsi 50 sampai 70 persen," ujarnya.
Adapun posisi per Maret 2024, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp 59,19 triliun yang terbagi atas kategori KUBL sebesar Rp 12,57 triliun dan KUBS sebesar Rp 46,62 triliun.
Baca juga : Dato Sri Tahir Suntik Tambahan Modal Rp 3 Triliun Ke Bank Mayapada
Saat ini kondisi keuangan perusahaan juga sangat stabil dengan total asset per April 2024 sebesar Rp 350,67 triliun secara tahunan dan growth 11,94 persen, dan posisi Dana Pihak Ketiga sebesar DPK sebesar Rp 293,2 triliun dengan growth 9,41 persen.
Adapun pembiayaan mencapai Rp 251,58 triliun dengan yoy growth sebesar 17,94 persen, sehingga posisi FDR (Financing to Deposit Ratio) perusahaan mencapai 85,72 persen, dan dinilai cukup ample.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya