BREAKING NEWS
 

Luncurkan Buku Mega Merger In The Pandemic Era

Hery Targetkan BSI Masuk Top 3 Bank Syariah Global

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 12 Juli 2024 08:00 WIB
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (kedua kiri) didampingi CEO Rakyat Merdeka Kiki Iswara Darmayana (kiri), Pemimpin Redaksi Republika Elba Damhuri (kanan) dan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y Benyamin usai menggelar diskusi bedah buku Mega Merger in The Pandemic Era,’bersama Pemimpin Redaksi Media Massa, di Jakarta, Kamis (11/7/2024). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca merger tiga tahun lalu atau tepatnya sejak 1 Februari 2021, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI meraih sejumlah pencapaian gemilang. Tak hanya dari sisi kinerja yang tumbuh berkali-kali lipat, BSI juga menyabet Top 10 Global Bank Syariah Dunia dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Pencapaian BSI tersebut, tak lepas dari sosok hebat Direktur Utama BSI, Hery Gunardi. Hery bukan orang baru di dunia perbankan. Sebelumnya, dia juga memiliki peran penting dalam merger bank besar nasional, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pengalaman inilah yang membuat Hery dipercaya memimpin proyek merger tiga anak usaha bank syariah; PT Bank Syariah Mandiri, PT BNI Syariah dan PT BRI Syariah.

Jatuh bangun, tantangan serta peluang besar merger tiga bank tersebut, Hery paparkan secara gamblang dalam bukunya yang berjudul ‘Mega Merger in The Pandemic Era.’ Buku ini diluncurkan di Jakarta, Kamis (11/7/2024). Hadir dalam acara ini puluhan pemimpin redaksi media massa nasional.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan bedah buku tersebut. Hadir sebagai pembedah buku; CEO Rakyat Merdeka, Kiki Iswara Darmayana dan Pemimpin Redaksi Republika, Elba Damhuri. Sedangkan moderatornya Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia, Maria Y Benyamin.

Dalam paparannya, CEO Rakyat Merdeka, Kiki Iswara mengatakan, kepemimpinan Hery di BSI telah membawa perubahan signifikan wajah perbankan syariah di Tanah Air. Menurutnya, menyatukan tiga bank dengan kultur yang berbeda tidaklah mudah. Kata dia, perlu sinergi tata kelola jaringan.

Menurut Kiki, Hery seorang pemimpin yang berani ambil risiko, tapi dengan perhitungan. “Take a risk berani karena punya pengalaman,” ucapnya.

Baca juga : Siap-siap, Usia Kendaraan Di Jakarta Bakal Dibatasi

Salah satu keberaniannya adalah berhasil mendirikan bank syariah terbesar di tengah pandemi. Terbukti, saat ini BSI memiliki aset hingga Rp 355 triliun dan market cap mencapai Rp 131,47 triliun. Keberhasilan tersebut yang akhirnya mendorong BSI masuk Top 10 Global Islamic Bank by Market Cap.

“Prestasi luar biasa, kerja keras dan leadership Pak Hery, pantas ditularkan ke talenta baru yang ada di BSI,” sebutnya.

Kiki lalu menceritakan, saat pertama kali bertemu Hery ketika awal melakukan merger. Dia teringat satu kata yang diungkapkan Hery saat ditanya bagaimana menyatukan kultur dan kepentingan tiga bank dalam satu bank. “Pak Hery hanya menjawab, saya optimis,” ungkapnya.

Kiki berharap, kehadiran BSI ke depan tak hanya membawa kebaikan bagi para karyawan dan masyarakat muslim di Indonesia, tetapi juga untuk meningkatkan industri halal di Indonesia. “Amalnya ini luar biasa dan pahala besar dari Tuhan Yang Maha Esa,” kata Kiki.

Adsense

Pujian juga disampaikan Pemimpin Redaksi Republika, Elba Damhuri. Dia menyebut, berhasil atau tidaknya suatu merger, ditentukan oleh pemimpin di level atas atau yang ia sebut sebagai trisula. Dalam proses merger BSI, ada tiga elemen trisula yang menentukan. Yaitu Presiden Jokowi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Dirut BSI sendiri, Hery Gunardi.

“Dalam bahasa yang lebih modern, trisula ini menargetkan BSI menjadi bank universal, melayani khalayak dan menjadi bank rahmatan lil ’alamin,” ucapnya.

Baca juga : Djoker Ditantang Musetti

Kata dia, Menteri Erick Thohir menargetkan, BSI menjadi pengelola bank dan rumah bagi ekonomi syariah nasional. Hal ini kemudian diterjemahkan dalam strategi bagaimana me-manage manusia tetapi juga mempertahankan kinerja yang baik. Maka, trisula tadi menjadi faktor penentu, mampu menguatkan visi dan misi dari level karyawan paling bawah.

“Tak hanya di level BOD (Board of Director), seorang pemimpin harus mampu mengkolaborasikan tim untuk bekerja dengan baik,” tuturnya.

Sementara, Dirut BSI, Hery Gunardi bersyukur, BSI saat ini berada pada titik survive pasca melewati masa krisis. Setelah merger, kata dia, BSI berhasil meraih target Return of Equity (ROE) di atas 18 persen dan masuk dalam Top 10 Global Islamic Bank dari sisi kapitalisasi pasar pada Maret 2024.

“Pencapaian luar biasa ini berhasil diraih satu tahun lebih awal dari yang ditargetkan perusahaan, yakni pada tahun 2025,” katanya.

Menurut Hery, hasil dari merger tiga bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) membawa manfaat besar bagi BSI. Di antaranya, BSI sukses memperbesar skala bisnis dan meningkatkan jumlah nasabah secara signifikan.

Setelah merger, nasabah BSI meningkat sekitar 5 juta nasabah. Hingga Maret 2024, jumlah nasabah BSI mencapai 20,4 juta nasabah.

Baca juga : Jokowi: Alhamdulillah, Kita Masih Bertahan

“Pertumbuhan jumlah nasabah ini, bentuk keberhasilan BSI dalam mengintegrasikan tiga bank syariah,” ucapnya.

Hery menegaskan, merger juga meningkatkan pertumbuhan aset BSI. Dari tahun ke tahun, pertumbuhan aset BSI mencapai double digit, sementara industri lainnya hanya single digit.

Tercatat per Maret 2024, dari sisi pembiayaan mencapai 15,89 persen atau senilai Rp 247 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,43 persen mencapai Rp 297 triliun. Di samping pertumbuhan kinerja yang meningkat, kesehatan keuangan juga semakin membaik dengan meraih Non Performing Financing (NPF) di level 2,01 persen.

What’s next? Apa yang ingin dicapai BSI, kami telah menyusun rencana kerja selama 10 tahun. BSI ingin masuk top 3 bank syariah global dari sisi market cap dan menjadi top 3 bank di Indonesia,” tutup Hery.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense