Dark/Light Mode

Dihajar 5 Krisis

Jokowi: Alhamdulillah, Kita Masih Bertahan

Kamis, 11 Juli 2024 08:25 WIB
Presiden Jokowi memukul gong saat membuka Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Foto: Setkab)
Presiden Jokowi memukul gong saat membuka Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lima tahun terakhir, Indonesia dihajar lima krisis global. Mulai dari pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina, fluktuasi harga minyak, naiknya harga pangan, dan masalah lingkungan, seperti gelombang panas dan fenomena iklim El Nino. Untungnya, kata Presiden Jokowi, kita masih bisa bertahan dari semua krisis tersebut.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Rakernas XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (10/7/2024). Dalam acara itu, Jokowi tampak rapi dengan batik lengan panjang bercorak bunga dan garuda. Pin Presiden tersemat di dada kanannya.

Acara dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, serta Ketua Umum APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Baca juga : Usung Cagub Jateng Dan Jabar, KIM Masih Tarik Ulur

Jokowi berpidato sekitar 15 menit. Ia berpidato seperti biasa. Memegang teks, tangannya bergerak memberikan tekanan.

Di beberapa bagian, Jokowi mengungkapkan data ekonomi yang rinci dan beberapa contoh konkret. Ia juga memberikan arahan yang jelas. Ratusan bupati yang hadir menyimak dengan seksama.

Jokowi mengawali pidatonya dengan menceritakan berbagai tantangan yang dihadapi selama hampir lima tahun terakhir. Menurut Jokowi, periode kedua kepemimpinannya ini penuh dengan berbagai tantangan, mulai dari krisis kesehatan global, ketegangan geopolitik, fluktuasi harga minyak dan pangan, hingga masalah lingkungan seperti gelombang panas dan fenomena iklim El Nino. Meski demikian, Jokowi mengaku senang Indonesia bisa bertahan melewati krisis tersebut.

Baca juga : Kalau Sampai Krisis Beras, Indonesia Diledek Singapura

“Kita patut bersyukur bahwa negara kita mampu bertahan dari hambatan-hambatan, tantangan-tantangan yang ada. Dan ekonomi kita masih tumbuh 5,11 persen di kuartal pertama tahun 2024,” kata Jokowi, disambut tepuk tangan hadirin.

Kepala Negara juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan inflasi yang tercatat hanya 2,5 persen pada Juni 2024. Tak cuma itu, meski menghadapi masa yang sangat sulit, peringkat daya saing Indonesia naik ke angka 27 di antara negara-negara yang lain. “Ini menjadi kenaikan yang tertinggi,” ungkapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam pemerintahan, khususnya di tingkat daerah, untuk menghadapi persaingan antarnegara yang makin ketat. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk lebih lincah dan responsif dalam melayani masyarakat dan menanggapi perubahan yang cepat di era digital ini.

Baca juga : Langit IKN Akan Dijaga Radar Made In Prancis

“Negara cepat yang akan mengalahkan negara lambat. Dan kita ingin menjadi negara cepat itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengajak para kepala daerah untuk mengembangkan potensi lokal, mulai dari pangan, energi, industri, teknologi, hingga pariwisata. Dia memberi contoh Butan dan Maladewa sebagai negara yang berhasil menarik wisatawan berkualitas tanpa mengorbankan kelestarian alam dan kearifan lokal. Jokowi juga mencontohkan beberapa negara di Afrika dengan wisata alam liarnya yang menawarkan pengalaman safari autentik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.