Dark/Light Mode

Kemiskinan Ekstrem Turun, Wapres Belum Puas

Kamis, 11 Juli 2024 08:00 WIB
Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin saat memberikan kuliah umum kepada peserta program pendidikan reguler angkatan 66 dan 67 Tahun 2024 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024). (Foto: X Kiyai_MarufAmin)
Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin saat memberikan kuliah umum kepada peserta program pendidikan reguler angkatan 66 dan 67 Tahun 2024 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024). (Foto: X Kiyai_MarufAmin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin mengatakan, dalam lima tahun terakhir Pemerintah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Meski begitu, Kiai Ma’ruf merasa belum puas. Dia berharap, program pengentasan kemiskinan ekstrem ini terus dilanjutkan di pemerintahan Prabowo Subianto agar mencapai 0 persen tercapai.

Hal tersebut disampaikan Kiai Ma’ruf saat memberikan kuliah umum kepada peserta program pendidikan reguler angkatan 66 dan 67 Tahun 2024 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024).

Dalam pidatonya, Kiai Maruf menyampaikan bahwa angka kemiskinan ekstrem nasional mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2019, kemiskinan ekstrem nasional masih berada di angka 2,7 persen. Kemudian turun drastis menjadi 0,83 persen pada Maret 2024.

“Tahun ini, kita telah berhasil mencapai target di angka 0–1 persen,” kata Kiai Ma’ruf.

Kata Kiai Ma’ruf, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan terus mendorong kolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem. Sinergi ini terbukti berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem dari tahun ke tahun.

Baca juga : Nurlia Dian Faramita: Sampaikan Dulu Saja Hasil Evaluasi Sirekap

Selain kemiskinan ekstrem, kata Kiai Ma’ruf, pemerintah juga berhasil menurunkan angka prevalensi stunting. Pada tahun 2019, prevalensi stunting berada di angka 27,7 persen. Angka tersebut berhasil diturunkan menjadi 21,5 persen pada tahun 2023.

Angka ini akan terus diturunkan melalui program-program inklusi dari pemerintah untuk memitigasi dan menekan angka kelahiran bayi stunting di Indonesia.

“Kita harapkan mendekati 14 persen tahun ini,” ungkapnya.

Eks Ketua Majelis Ulama Indonesia ini menuturkan, kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting diharapkan berpengaruh langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM. Ini penting untuk menyambut visi Indonesia Emas 2045.

“SDM berkualitas akan membawa inovasi dan meningkatkan produktivitas sehingga memperkuat daya saing bangsa dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Baca juga : Idham Holik: Kami Harus Penuhi Hak Informasi Publik

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ma’ruf juga berpesan kepada para peserta agar terus konsisten mendukung keberlanjutan program pemerintah. Kata dia, sejatinya, setiap pemerintahan adalah pemegang tongkat estafet pemerintahan sebelumnya.

“Program-program yang baik sudah sepatutnya untuk dilanjutkan. Permasalahan jangka panjang seperti penanggulangan kemiskinan, stunting, percepatan pembangunan Papua, dan berbagai program pembangunan lainnya, tidak akan hilang seiring bergantinya pemerintahan. Sehingga tentu perlu dilanjutkan dan disempurnakan,” paparnya.

Ekonom Indef Esther Sri Astuti, mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia memang turun dengan bansos. Namun, masalah kemiskinan yang bersifat struktural tidak bisa diatasi hanya dengan bantuan sosial.

Ia menegaskan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpendapatan rendah, perlu dilakukan upaya peningkatan keterampilan (skill upgrade).

“Jumlah tenaga kerja terampil harus ditingkatkan sehingga mereka mampu menghasilkan pendapatan lebih tinggi dan bisa naik kelas,” kata Esther, saat dikontak semalam.

Baca juga : Waspada Potensi Serangan Fisik Dan Siber Di Daerah

Dengan mengedepankan peningkatan keterampilan, masyarakat berpendapatan rendah diharapkan mampu lebih mandiri dan berdaya saing dalam pasar tenaga kerja, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat kemiskinan secara lebih efektif. BCG/BYU

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 11 Juli 2024 dengan judul Kemiskinan Ekstrem Turun, Wapres Belum Puas

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.