BREAKING NEWS
 

Miliki Potensi Rp 5.800 Triliun

Garap Ekonomi Digital, SDM Kita Butuh Dipoles

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 3 Agustus 2024 07:30 WIB
Ilustrasi Ekonomi Digital. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia memiliki potensi ekonomi digital Rp 5.800 triliun hingga 2030. Meski begitu, kita memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) untuk bisa mengantongi potensi tersebut. Salah satunya, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, meskipun ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang besar, tidak dapat dipungkiri Indonesia masih memiliki beberapa kekurangan di berbagai aspek. Salah satu masalah SDM.

“Jadi, SDM kita masih rendah sekali. Hal itu terkait dengan pendidikan dan kesiapan teknologi,” tutur Huda dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (2/8/2024).

Selain itu, kesiapan teknologi di Indonesia masih belum maksimal. Ini bisa terlihat dari World Digital Competitiveness Ranking 2023. Indonesia masih menempati peringkat 45 dari 64 negara yang disurvei.

Baca juga : KKP Selamatkan Rp 3,1 T

“Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi banyak pihak, mulai dari Pemerintah dan perusahaan swasta untuk mengakselerasi pertumbuhan ini, “ tegasnya.

Huda menjelaskan, potensi ekonomi digital yang digadang-gadang Pemerintah, bisa mencapai Rp 5.800 triliun, merupakan potensi yang dihitung oleh Google, Temasek dan Bain.

Namun Huda meyakini, besaran ekonomi digital di Indonesia pada tahun 2030 tidak akan sebesar itu.

Apalagi, kata dia, Google, Temasek dan Bain menurunkan proyeksi ekonomi digital Indonesia tahun 2025, hingga 30 persen.

Baca juga : Dudung Dorong Pemuda Songsong Indonesia Emas

“Saya rasa, kasus yang serupa juga terjadi pada proyeksi ekonomi digital 2030,” kata Huda.

Dia mengungkapkan, dalam laporan Google, Temasek, dan Bain & Company bertajuk e-Conomy SEA 2023, nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 82 miliar dolar AS.

Setelah 2023, lanjutnya, GMV ekonomi digital Indonesia diprediksi kembali tumbuh 15 persen, menjadi 109 miliar dolar AS pada 2025.

Adapun pada 2030, GMV ekonomi digital nasional diperkirakan melesat di kisaran 210 miliar dolar AS -360 miliar dolar AS.

Baca juga : Koalisi PDIP Dan Golkar Di Banten Rawan Bubar

Kontributor utama pendorong ekonomi digital datang dari sektor e-commerce, sektor transportasi dan makanan.

Adsense

Huda memprediksi ekonomi digital Indonesia pada 2030 kurang dari 210 miliar dolar AS atau kurang dari Rp 3.000 triliun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense