Sebelumnya
Sebagai bagian dari kemitraan strategis dengan TikTok, GoTo mendapatkan e-commerce service fee secara kuartalan dari Tokopedia, yang selaras dengan skala dan pertumbuhan entitas tersebut.
“Pada kuartal kedua, GoTo membukukan e-commerce service fee senilai Rp 171 miliar atau senilai Rp 157 miliar bersih, apabila mengesampingkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai),” jelas Jacky Lo.
Tak hanya itu, sebagaimana dilaporkan pada kuartal pertama 2024, GoTo telah melakukan divestasi kepemilikan dari layanan pengiriman dan pemenuhan yang dilaksanakan oleh GoTo Logistics, untuk mendukung Tokopedia. GoTo Logistics didekonsolidasikan dari pencatatan keuangan Grup sejak Mei 2024.
Hal ini tidak berdampak pada GoSend, layanan pengiriman konsumen-ke-konsumen (Customer to Customer/C2C) yang pada saat ini tersedia melalui aplikasi Gojek yang merupakan bagian dari segmen bisnis On-Demand Services Grup GoTo.
Perseroan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meminta persetujuan penarikan kembali saham treasuri. Terkait dengan inisiatif pembelian kembali saham yang dilakukan pada 2021 dan 2022, pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.
Baca juga : Jakarta Pacu Digitalisasi Administrasi Perpajakan
Bergantung pada persetujuan pemegang saham, perseroan akan mengurangi modal dengan menarik kembali 10.264.665.616 saham Seri A, yang semuanya dibeli kembali oleh Perseroan pada tahun 2021 dan 2022 melalui pembelian kembali saham pra-IPO (Initial Public Offering), serta program greenshoe yang dilaksanakan terkait dengan IPO Perseroan.
“Langkah tersebut diharapkan akan menambah nilai bagi pemegang saham dengan mengurangi jumlah saham yang beredar,” ucapnya.
Menyoal kinerja GoTo, Analis Riset NH Korindo Sekuritas Richard Jonathan Halim melihat, pasca GoTo ditinggal para pendirinya, membuat GoTo terhindar dari aktivitas cash-burn yang berlebihan dan outlook profitabilitas menjadi lebih jelas.
“Belum genap setahun Patrick menjabat sebagai CEO, GoTo telah berhasil mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal IV-2023 dan pada tahun ini menargetkan EBITDA yang disesuaikan impas,” pujinya dalam keterangan yang dikutip Rakyat Merdeka.
Ia mengatakan, di bawah kepemimpinan CEO saat ini, GoTo telah melakukan perombakan yang massif untuk mencapai sustainability bisnis dengan refocusing ke segmen On-Demand Services (ODS) dan fintech (financial technology), dengan margin besar untuk memacu profitabilitas.
Baca juga : Real Madrid Vs Chelsea, Kebangkitan Di Pramusim
Ditambah lagi segmen e-commerce yang masih membutuhkan biaya investasi tinggi, untuk memenangkan persaingan berhasil menarik mitra strategis, yaitu TikTok.
“Dengan upaya tersebut, GoTo terhindar dari aktivitas cash-burn yang berlebihan dan outlook profitabilitas menjadi lebih jelas,” ungkapnya.
Terpisah, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda berpendapat, kinerja GoTo yang semakin membaik, adalah hasil dari layanan jasa teknologi keuangan terintegrasi. Yang meliputi jasa e-money dan payment gateway perusahaannya, yakni melalui aplikasi terpisahnya GoPay.
“Dompet digital milik GoTo ini dapat menempatkan payment gateway sebagai salah satu fitur unggulan dalam ekosistem yang ada,” ujar Nailul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dengan begitu, sambungnya, sistem pengembangan dan integrasi akan semakin luas, yang pada akhirnya akan menguntungkan pengguna, merchant serta dompet digital.
Baca juga : Harris Imbangi Trump Pilpres AS Kian Sengit
Nailul juga melihat, peningkatan pendapatan menunjukkan progress GoTo dalam meningkatkan monetisasi.
“Jika segmen finansial teknologi GoTo terus mempertahankan pertumbuhan kualitas aset yang terjaga, maka GoPay akan memiliki peran penting,” ucapnya. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 6 Agustus 2024 dengan judul "Pengguna Aplikasi Gopay Meningkat GoTo Group Kantongi Pendapatan Rp 4,3 T"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.