BREAKING NEWS
 

Layanan KUR dan BNI Wirausaha Tetap Buka di Hari Libur

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 30 Agustus 2024 20:41 WIB
BNI kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui BNI Wirausaha. (Foti: Dok. BNI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program tersebut dilakukan melalui langkah proaktif dengan membuka layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan BNI Wirausaha (BWU) di luar hari kerja.

Langkah ini diambil untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi pelaku UMKM yang seringkali mengalami keterbatasan waktu pada hari kerja, sehingga tetap dapat mengakses layanan pembiayaan secara optimal tanpa mengganggu aktivitas bisnis utama mereka.

Pada Sabtu (31/8/2024), BNI akan melayani proses penyaluran KUR dan BWU, baik untuk akad baru maupun restrukturisasi.

Baca juga : Layanan Khusus TASPEN Pastikan Hak Peserta Uzur Atau Sakit Tetap Terpenuhi

Strategi tersebut juga dilakukan dalam rangka mempercepat realisasi penyaluran KUR dan BWU guna mendukung pertumbuhan UMKM di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, pada tahun 2024, BNI telah diberikan target penyaluran KUR sebesar Rp18 triliun oleh Pemerintah RI.

Adsense

Hingga 25 Agustus 2024, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp8,36 triliun kepada lebih dari 39 ribu debitur.

Okki menegaskan, BNI optimistis dapat mencapai target tersebut melalui berbagai langkah strategis, termasuk dengan tetap melayani proses KUR dan BWU di hari libur.

Baca juga : Rayakan HUT RI, Pengusaha Bangka Yudhi Fu Bagikan Ratusan Paket Sembako

"Langkah ini merupakan bagian dari upaya BNI untuk terus menjaga momentum penyaluran kredit serta memastikan UMKM mendapatkan akses pembiayaan yang lebih luas,” kata Okki.

Lebih lanjut Okki menyampaikan, BNI juga berkomitmen untuk menjaga kualitas kredit yang disalurkan. BNI menargetkan menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL gross) UMKM di bawah 3 persen hingga akhir tahun 2024.

Untuk itu, BNI fokus pada pengembangan pasar terpilih, penggarapan value chain korporasi, serta integrasi ekosistem digital dan mitra kerja sama yang potensial.

Selain itu, BNI telah melakukan standarisasi proses melalui digitalisasi end-to-end proses kredit serta penerapan sistem penilaian (scoring system) yang dikalibrasi secara berkala untuk meminimalisir risiko kredit.

Baca juga : Tingkatkan Layanan, KALOG Express Beroperasi Tiap Hari

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelayanan kredit UMKM tetap optimal dan berdaya guna dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sektor UMKM di Indonesia.

“Kami mengajak seluruh nasabah KUR dan BWU untuk memanfaatkan layanan kami pada Sabtu ini. BNI siap memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia,” pungkas Okki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense