RM.id Rakyat Merdeka - Perum Bulog didorong meningkatkan porsi perdagangan beras komersial secara bertahap. Langkah ini diyakini dapat memperkuat peran BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pangan itu dalam menjaga stabilisasi harga beras nasional.
Pengamat Ekonomi Pertanian Bustanul Arifin mengatakan, selama ini pihak swasta lebih fleksibel dalam melakukan penyerapan gabah petani.
Berbeda dengan Perum Bulog, kata dia, yang dalam proses penyerapan gabah atau beras dalam negeri, harus memenuhi aturan terkait HPP (Harga Pembelian Pemerintah).
Karena tujuan penetapan HPP dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, adalah untuk menjaga stabilitas harga gabah dan beras, baik di tingkat petani, penggilingan, pedagang dan masyarakat.
Baca juga : Hubungan China-RI Makin Kuat Dan Saling Percaya
Bustanul menyarankan, sebaiknya secara bertahap, Bulog bisa memperbanyak porsi beras komersial. Dia memprediksi, saat ini produk komersial Bulog baru 10 persen ada di pasaran.
“Kalau itu bisa bertahap (naik), mungkin idealnya, 15 persen atau bahkan 20 persen, maka stabilisasi (harga beras)-nya terjaga,” yakin Bustanul saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurutnya, saat ini secara perlahan Bulog mulai mengarah ke komersial. Hal ini terlihat dengan diadakannya Indonesia International Rice Conference (IIRC) pada 19-21 September 2024, di Nusa Dua, Bali, yang dihadiri pelaku industri perberasan dari berbagai negara.
Dia mendukung kehadiran Bulog di acara tersebut. Karena dapat membina kepercayaan dari negara-negara yang perwakilannya hadir di event ini.
Baca juga : DKI Ngarep Bisa Tekan Amukan Si Jago Merah
“Ini menunjukkan Bulog pelan-pelan ke arah komersial. Untuk berdagang, hal itu bagus,” katanya.
Yang jadi perhatian, lanjut dia, seberapa besar Bulog mampu memenuhi kebutuhan beras yang bisa diperdagangkan nantinya.
“Bu Sonya (Direktur Bulog) juga kan sampaikan, beliau tidak ingin, harga beli average di Indonesia tinggi. Kita tahu, harga beras tinggi itu karena macam-macam faktornya. Ada dari sisi produksi, gangguan iklim dan lainnya,” terangnya.
Karena itu, imbuhnya, bila produktivitas lahan pertanian di dalam negeri baik, trade flow juga tidak terganggu, maka event internasional bisa menunjukkan nilai positif di mata negara lain.
Baca juga : Crystal Palace Vs Manchester United, Amunisi ‘Setan Merah’ Nyala Lagi
Apalagi, Pemerintah juga berencana mendorong Bulog melakukan investasi di negara lain.
“Maka, self confidence itu juga penting karena akan mendukung Bulog untuk menuju ke komersial,” ucapnya.
Terpisah, Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan Bulog Sonya Mamoriska Harahap mengaku, pihaknya akan terus memperbaiki bisnis beras komersial yang dimilikinya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.