Sebelumnya
“Komersial (beras) kita perbaiki dan terus tingkatkan karena itu akan saling melengkapi dari penyerapan beras PSO (Public Service Obligation) kami,” ucap Sonya saat konferensi pers usai acara International Rice Conference (IIRC) 2024 di Bali, Kamis (19/9/2024).
Saat ini, porsi penyerapan beras untuk PSO masih sebesar 70 dan 30 persennya adalah beras komersial.
Ia mengaku, tidak menutup kemungkinan untuk memperbesar segmen komersial. Hanya saja, lanjut Sonya, pihaknya tetap harus melihat penugasan yang diberikan Pemerintahan baru ke depannya.
Dalam menguatkan stok, pihaknya memiliki opsi untuk melakukan global partnership sebagai langkah pertama. Lalu, opsi lainnya adalah melakukan akuisisi sebagian kepemilikan perusahaan di luar negeri, hingga opsi membangun rice mill sebagai fasilitas pengolahan padi.
Baca juga : Hubungan China-RI Makin Kuat Dan Saling Percaya
“Kami lakukan step by step, juga melakukan kajian mana yang bisa direalisasikan. Semua masih dijajaki,” katanya.
Pihaknya menggelar Indonesia International Rice Conference (IIRC) 2024, untuk mempertemukan para pelaku industri perberasan, regulator pemerintahan, hingga akademisi guna membahas secara langsung isu-isu penting. Seperti perubahan iklim, gangguan ekonomi dan ketegangan geopolitik yang memperumit lanskap produksi dan distribusi beras.
“Lewat event ini, kami ingin agar industri perberasan bisa lebih tangguh dalam menghadapi tantangan-tantangan global tersebut,” ungkapnya.
Karenanya, forum internasional tahunan yang kali pertama digelar ini, diharapkan dapat menciptakan inovasi dan peluang sinergi dalam mencapai ketahanan pangan dari produk beras, di tengah banyaknya tantangan global yang melanda di dunia.
Baca juga : DKI Ngarep Bisa Tekan Amukan Si Jago Merah
Kegiatan ini dihadiri ratusan pelaku industri perberasan dari negara di belahan dunia. Yakni Indonesia, Malaysia, Timor Leste, Filipina, Singapura, Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamboja, Jepang, Korea Selatan, China, India, Uni Emirat Arab, Lao Peoples Democratic, Afrika Selatan, Pakistan dan United Kingdom.
Di kesempatan yang sama, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional Indonesia (Bapanas) Rachmi Widiarini menyampaikan, dalam situasi ini, perlu dilakukan tindakan konkret, untuk mencegah peningkatan krisis keselamatan makanan global.
Untuk itu harus ada kolaborasi yang kuat antara semua pelaku di industri pangan, khususnya beras.
“Semoga lewat forum ini dapat merumuskan ide gagasan untuk dapat menghadapi tantangan global,” tukasnya. IMA
Baca juga : Crystal Palace Vs Manchester United, Amunisi ‘Setan Merah’ Nyala Lagi
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 21 September 2024 dengan judul "Untuk Jaga Stabilitas Harga, Bulog Didorong Kerek Bisnis Beras Komersial"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.