BREAKING NEWS
 

Selama 5 Tahun Terakhir

Bukukan Kinerja Ciamik, Aset BNI Dan BTN Melesat

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 28 September 2024 07:05 WIB
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo (kiri) dan Corporate Secre­tary BTN Ramon Armando (kanan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN tetap ciamik selama lima tahun terakhir, meski menghadapi pandemi Covid-19 dan tekanan ekonomi global. Hal itu terlihat dari aset kedua bank pelat merah itu yang justru bertambah tinggi.

Dari data keuangan yang diri­lis, aset BNI tumbuh signifikan sebesar 27 persen, yakni dari Rp 845,6 triliun pada 2019 men­jadi Rp 1.072,45 triliun hingga pertengahan 2024. Sedangkan BTN mencatatkan pertumbuhan aset 26,13 persen, yakni dari Rp 361,20 triliun pada 2020 menjadi Rp 455,60 triliun pada semester I-2024.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, salah satu faktor terbesar capaian itu adalah pertumbuhan kredit yang konsisten dari Rp 556,77 triliun pada 2019 menjadi Rp 726,97 triliun pada semester I-2024.

BNI secara aktif menyalur­kan kredit ke sektor korporasi, terutama dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur dan nasabah top-tier.

“Selain peningkatan kredit, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga berperan penting,” ucap Okki di Jakarta, Jumat (27/9/2024).

Baca juga : Shigeru Ishiba Akhirnya Menjadi PM Baru Jepang

DPK BNI naik dari Rp 614,31 triliun pada 2019 menjadi Rp 772,32 triliun pada semester I-2024. Hal ini menunjukkan kepercayaan nasabah dan me­ningkatnya likuiditas BNI.

Ia mengatakan, pertumbuhan aset yang dicapai BNI juga tidak lepas dari transformasi digital yang dilakukan secara menyeluruh dan perluasan jaringan global.

Menurut Okki, BNI berkomit­men untuk menjadi bank digital terdepan di Indonesia, dengan fokus pada peningkatan efisiensi operasional, perluasan jang­kauan layanan.

“Serta memberikan pengala­man perbankan yang lebih baik kepada nasabah melalui inovasi digital,” ujar Okki.

Ia melanjutkan, transformasi BNI memiliki beberapa pilar utama yang saling terkait. Salah satunya adalah digitalisasi di seluruh layanan perbankan, yang memungkinkan BNI semakin memperkuat posisinya di pasar domestik maupun internasional.

Baca juga : BI Ngajak Investor China Garap Proyek Panas Bumi

Aplikasi mobile banking ung­gulan BNI, wondr by BNI, menjadi salah satu inisiatif digital yang telah sukses menarik per­hatian masyarakat.

Fitur tiga dimensi keuangan yang ditawarkan, yakni Transaksi, Insight, dan Growth, di­rancang untuk membantu nasa­bah dalam mengelola keuangan, merencanakan masa depan, dan menumbuhkan aset mereka.

“Ini memungkinkan BNI menawarkan solusi keuangan yang lebih baik dan menjangkau lebih banyak nasabah, yang langsung berdampak pada pertumbuhan aset,” tuturnya.

Selain itu, transformasi ini juga berfokus pada peningkatan daya saing dan penguatan tata kelola perusahaan.

Inisiatif-inisiatif BNI dalam transformasi juga terlihat dari langkah-langkah strategis. Seperti akuisisi Bank Mayora pada 2021, yang kini berganti nama menjadi hibank, yang difokuskan pada ekosistem UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) digital.

Baca juga : BPBD DKI Terus Asah Kesaktian

Di samping itu, BNI melaku­kan aksi korporasi berupa pemecahan saham (stock split) pada 2023, yang bertujuan mening­katkan likuiditas saham BBNI di pasar modal.

Dengan langkah-langkah strategis yang diterapkan, sam­bung Okki, BNI optimistis trans­formasi yang dilakukan akan terus meningkatkan performa keuangan bank, dan memperkuat pangsa pasar.

“Sekaligus mendorong per­tumbuhan yang berkelanjutan di era digital,” tukasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense