RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), Daniel Suhardiman mengatakan, pasar industri elektronik mengalami penurunan 20 persen.
“Penyebabnya karena turunnya jumlah kelas menengah,” ujarnya saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, di Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Baca juga : Layanan Elektronik Bikin Birokrasi Makin Sat-Set
Menurut dia, turunnya jumlah kelas menengah berdampak langsung pada pembelian produk elektronik. Karena itu, kata dia, yang harus dilakukan Pemerintah adalah bagaimana menjaga kelas menengah tidak turun lagi.
Faktor lainnya yang menyebabkan pasad industri elektronik turun adalah serbuan produk impor. Karena itu, kata dia, diperlukan aturan Pertimbangan Teknis (Pertek) lagi.
Baca juga : Tahan Banting, Industri Batik Serap 200 Ribu Tenaga Kerja
Selain itu, kata dia, aturan pengalihan pelabuhan impor juga perlu segera dilakukan. Dengan begitu, produk lokal bisa bersaing dengan produk impor.
Menurut dia, jika kondisi ini dibiarkan terus, dikhawatirkan bisa seperti industri tekstil. “Industri elektronik masih lebih baik dibanding industri tekstil,” katanya.
Baca juga : Cek Pasar Dukuh Kupang, Jokowi Dan Istri Belanja Cabe, Bawang Merah dan Jahe
Saat ditanya apakah Pilkada bisa meningkatkan penjualan elektronik? Dia bilang tidak terlalu berdampak.
Sekjen Kementerian Perindustrian, Eko Cahyanto mengatakan, pihaknya konsisten mendukung dan melindungi industri dalam negeri. Terkait pemindahan pelabuhan impor, kata dia, pihaknya terus mendorong agar bisa segera bisa diberlakukan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.