BREAKING NEWS
 

Fondasi Ekonomi Warisan Jokowi Kuat dan Kondisi Politik Stabil

BNI Siap Lanjutkan Dukungan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Reporter & Editor :
WAHYU SURYANI
Jumat, 11 Oktober 2024 09:01 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (tengah) didampingi oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kiri), Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita (kedua dari kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga dari kiri), Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (ketiga dari kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kanan), dan Menteri Investasi dan BKPM Rosan Roeslani (kanan) resmi membuka acara BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center, Selasa (8/10/2024). Dengan mengusung tema “Accelerating Resilient Growth”, BNI Investor Daily Summit 2024 menggaungkan optimisme di tengah berbagai tantangan global melalui kolaborasi lintas sektor seperti kementerian, institusi, lembaga keuangan, pengusaha, hingga investor/Dok

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, Indonesia berhasil menunjukkan kekuatannya melalui fondasi ekonomi yang kokoh serta stabilitas politik yang terjaga di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Royke Tumilaar mengungkapkan, rasa syukur atas keberhasilan ini, seraya menegaskan kesiapan BNI untuk melanjutkan dukungan terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam salah satu sesi BNI Investor Daily Summit 2024 bertema Accelerating Resilient Growth di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Royke memaparkan pada tahun 2024, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di antara negara-negara G20 setelah India. Prestasi ini menandakan fondasi ekonomi yang dibangun selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi sudah berada di jalur yang tepat.

“Disiplin fiskal yang diterapkan pemerintah telah menjaga stabilitas ekonomi, tercermin dari rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang sebesar 39,4 persen, lebih rendah dibandingkan negara berkembang lainnya,” ujar Royke.

Baca juga : GAPENSI Siap Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur Berkeadilan

Kebijakan fiskal yang prudent ini, ditambah dengan efektivitas kebijakan moneter serta koordinasi antar lembaga, berkontribusi pada peningkatan stabilitas makroekonomi, terutama di semester kedua tahun ini.

Meski demikian, Royke mengingatkan, Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan struktural yang perlu dihadapi untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045

Adsense

"Tantangan jangka menengah seperti penciptaan nilai tambah di sektor ekonomi kolektif, reformasi pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi industri manufaktur, dan penciptaan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan perlu segera diatasi," tegasnya.

Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BNI berkomitmen untuk terus mendukung agenda strategis pemerintah. Royke menyatakan BNI akan proaktif menghadapi tantangan global, memastikan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan melalui berbagai program dan inisiatif.

Baca juga : Serikat Pekerja PLN Siap Wujudkan Visi Energi Berkelanjutan

Selama satu dekade pemerintahan Presiden Jokowi, BNI telah memainkan peran penting dalam berbagai sektor, mulai dari pengentasan stunting, pemberdayaan UMKM, perluasan akses layanan perbankan hingga ke pelosok, hingga memberikan layanan bagi diaspora Indonesia di luar negeri. 

BNI juga mendukung transisi energi nasional dengan berkomitmen pada target net zero emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Selain itu, literasi keuangan juga menjadi fokus utama BNI dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari inklusi keuangan.

Adapun dalam lima tahun terakhir, BNI menunjukkan performa yang impresif dengan mencatatkan pertumbuhan aset yang kuat. Berdasarkan data keuangan yang dirilis, aset BNI tumbuh signifikan sebesar 27%, dari Rp 845,6 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp 1.072,45 triliun hingga pertengahan 2024.

Salah satu faktor terbesar adalah pertumbuhan kredit yang konsisten dari Rp 556,77 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp 726,97 triliun pada semester pertama 2024. BNI secara aktif menyalurkan kredit ke sektor korporasi, terutama dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur pemerintah dan nasabah top-tier.

Baca juga : Inovasi Insan Pupuk Indonesia Catat Kontribusi Pendapatan Dan Penghematan Rp 1,3 Triliun

“Kami optimis BNI akan terus berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan dengan fondasi ekonomi yang kuat serta kondisi politik yang stabil, kami percaya Indonesia akan terus melangkah menuju masa depan yang lebih cerah,” tutup Royke. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense