BREAKING NEWS
 

Ganggu Target Pertumbuhan Ekonomi

Penurunan Jumlah Kelas Menengah Mesti Dibenahi

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 13 Oktober 2024 07:10 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia menjadi pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat bagi Pemerintahan Presiden-Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang akan dilantik pada 20 Oktober 2024. Persoalan ini harus secepatnya diatasi dengan kebijakan yang efektif.

Semakin banyaknya masyarakat kelas menengah yang jatuh ke jurang kemiskinan, dikhawat irkan menjadi ganjalan besar bagi Pemerintahan baru untuk merealisasikan target pertum buhan ekonomi yang dipatok di angka 7-8 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kelas menengah di Indonesia tahun ini 17,13 persen dari proporsi masyarakat atau se banyak 46,85 juta jiwa. Angka itu mengalami penurunan sejak 2019. Saat itu proporsinya 21,45 persen atau berjumlah 57,33 juta jiwa.

Menteri Keuangan (Men keu) Sri Mulyani blak-blakan soal jumlah kelas menengah yang turun. Dia mengatakan, kelas menengah yang tertekan oleh kenaikan harga atau inflasi akhirnya turun kelas menjadi masyarakat miskin.

Baca juga : OJK All Out Perkuat Peran Industri Syariah Nasional

“Akibat inflasi tinggi, prioritas belanja masyarakat berubah, maka garis kemiskinan naik. Karena kelas menengah tiba-tiba akan jatuh ke bawah,” kata wanita yang akrab dipanggil Ani itu di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (4/10/2024).

Meski sebagian kelas me nengah turun, Ani mengatakan, ada juga kelompok miskin yang naik menjadi kelompok menuju kelas menengah atau aspiring middle class.

Ani mencontohkan, Pemu tusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di satu tempat. Namun di tempat lain ada penciptaan lapangan kerja baru.

“Dalam hal ini kita melihat ada dua indikator. Yang miskin ada yang naik, tapi yang kelas menengah juga ada yang turun,” katanya.

Baca juga : Iuran Sampah Rumah Tangga Menambah Beban Masyarakat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan untuk mengatasi permasalahan ini, Kementerian Sosial (Kemensos) bakal mem bantu warga kelas menengah yang turun kasta itu.

“Bantuan nantinya akan diberikan sesuai hasil asesmen dari Kemensos. Jadi kita cer mati program-program yang bisa membuat daya beli masyarakat terjaga, itu akan kita teruskan. Kita ikuti mana yang naik, mana yang turun,” ungkap Gus Ipul di Jakarta, Senin (7/10/2024).

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan berharap Pemerintahan mendatang dapat memberikan bantuan kepada kelas menengah dan petani. Ban tuan ini juga dalam rangka men gatasi deflasi yang terjadi selama lima bulan berturut-turut.

“Karena waktu untuk Pemerin tahan saat ini pendek, maka harus dilanjutkan Pemerintahan akan datang untuk membantu kelas menengah yang kemarin turun,” ujar Zulhas-panggilan akrabnya di Jakarta, Rabu (9/10/2024).

Adsense

Baca juga : Finlandia Vs Inggris, Three Lions Unggul Segalanya

Untuk jenis bantuan, Zulhas menjelaskan, bentuknya bisa berupa bantuan sosial (bansos), Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau semacam stimulus bagi kelas menengah yang turun.

“Bisa diberikan juga kepada para petani dan pedagang di tengah terjadinya situasi deflasi yang cukup memberatkan mereka,” ujar Zulhas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense