RM.id Rakyat Merdeka - Perbankan yang menyalurkan pembiayaan hijau (green financing) kini semakin banyak. Tak hanya bank pelat merah, bank swasta juga kini aktif menggarap sektor tersebut.
Informasi tersebut disampaikan Ekonom Senior & Associate Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto. Diharapkannya, Pemerintah dan regulator mendukung perkembangan positif tersebut.
“Saya tahu betul, bank BUMN, asing dan BCA itu sudah ada porsi kreditnya untuk green financing,” kata Ryan kepada Rakyat Merdeka, Minggu (20/10/2024).
Ia menilai, langkah perbankan tersebut harus terus didukung agar terus meningkatkan porsi pembiayaannya ke sektor green economy atau green investasi.
Baca juga : Pedagang Pasar Cemas Deflasi Pukul Penjualan
Karena hal ini mendukung program besar Pemerintah. Bahkan program dunia terkait pencapaian target Net Zero Emission (NZE).
“Kalau di luar negeri target NZE pada 2050, sementara di Indonesia tahun 2060. Tapi kalau bisa lebih cepat lebih bagus,” harap mantan ekonom BNI ini.
Selain itu, pembiayaan ke sektor yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan tingkat polusi yang tinggi. Juga selaras dengan implementasi atau kewajiban bank-bank dalam menerapkan prinsip ESG (Environment, Social, Governance).
Tak hanya itu, lanjut Ryan, pelaksanaan green financing juga sejalan dengan roadmap keuangan berkelanjutan, serta prinsip green economy yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca juga : Jakarta Tetap Siaga Penanggulangan Banjir
Ia menilai, dengan adanya pembiayaan hijau oleh sektor jasa keuangan ini, maka mereka turut mendukung prinsip 3P, yaitu People, Profit and Planet.
Informasi saja, 3P merupakan konsep yang mengukur keberhasilan bisnis tidak hanya dalam hal kinerja finansial, tetapi juga yang terkait sosial dan lingkungan.
“Pelaku usaha itu harus memiliki awareness tinggi pada prinsip-prinsip keberlanjutan, tanpa mengesampingkan perolehan profit-nya, dengan tetap menjaga lingkungan,” imbaunya.
Tak hanya itu, dia berharap regulator terus memberikan insentif kepada bank-bank yang berpartisipasi pada green financing, di antaranya dengan memberikan pelonggaran likuiditas.
Baca juga : Rice Tuding Saliba Jadi Biang Kerok Kekalahan
“Tapi seharusnya, tanpa ada insentif pun, bank-bank tetap harus mau menyalurkan pembiayaannya ke sektor usaha yang ramah lingkungan,” tegasnya.
Selain itu, perlu ada apresiasi yang diberikan kepada pelaku usaha yang selama ini sudah environment friendly.
“Sehingga menarik minat pelaku usaha lainnya agar menerapkan hal serupa,” imbuhnya.
Terpisah, bank swasta terbesar di Tanah Air, yakni PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, mengaku tengah berupaya memperbesar pembiayaan sektor-sektor bisnis yang berkelanjutan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.