Sebelumnya
“Saat ini portofolio green financing sudah mencapai 25 persen dari keseluruhan kredit, dan masuk ke sektor-sektor yang berhubungan dengan sustainability. Seperti geothermal, angin, air, atau EBT (Energi Baru Terbarukan),” ujar Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (16/10/2024).
Jika ditotal, lanjut Hera, nilainya mencapai sekitar Rp 200 triliun dari outstanding kredit perseroan di kisaran Rp 850 triliun.
Sedangkan jika terkait penyaluran kredit untuk perkebunan sawit, BCA menerapkan seleksi yang ketat.
Sebab, emiten berkode saham BBCA ini hanya menyalurkan pembiayaan hanya pada perusahaan sawit yang memperoleh sertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System)
Baca juga : Pedagang Pasar Cemas Deflasi Pukul Penjualan
“Dua syarat itu harus dimiliki perusahaan yang mengajukan pembiayaan pada kami,” jelas Hera.
Dia menjelaskan, perseroan memberikan alokasi untuk sektor ini karena industri sawit juga menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional. Serta menyerap tenaga kerja yang banyak.
“Dan tidak hanya sebagai bahan makan, sawit juga menjadi bahan baku untuk biodiesel,” imbuhnya.
Hera memastikan BCA terbuka untuk memperbanyak pembiayaan di segmen tersebut.
Baca juga : Jakarta Tetap Siaga Penanggulangan Banjir
“Kami sangat terbuka untuk debitur, masyarakat yang membutuhkan pembiayaan dari BCA, sepanjang sesuai dengan kebutuhan,” kata Hera.
Tak jauh berbeda, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan, pihaknya juga konsisten dalam mendorong praktik bisnis yang sesuai prinsip ESG. Hal ini tercermin dari penyaluran pembiayaan berkelanjutan.
Pada semester I-2024, hampir 26 persen dari total pembiayaan Bank (setara Rp 56,4 triliun) dan mendukung transisi yang berkelanjutan menuju ekonomi rendah karbon.
“Hal ini bukti CIMB Niaga tidak sekadar mengejar profit. Namun juga berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan dan bumi untuk generasi mendatang,” kata Noviady di Jakarta, Rabu (2/10/2024).
Baca juga : Rice Tuding Saliba Jadi Biang Kerok Kekalahan
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menambahkan, untuk mengatasi perubahan iklim, pihaknya menargetkan capaian emisi nol bersih Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1, 2 dan 3 pada 2050.
Sedangkan bentuk tanggung jawab yang dilakukan, yakni menghentikan pembiayaan batubara thermal pada 2049.
“CIMB Niaga sebagai bank yang berkomitmen dalam mengimplementasikan sustainability, mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan,” tutupnya. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 21 Oktober 2024 dengan judul "Wujudkan NZE Pada 2060, Bank Swasta Dan Asing Aktif Salurkan Green Financing"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.