BREAKING NEWS
 

RI-Kanada Teken MoU Sektor Energi

Bahlil Optimistis Potensi Kerja Sama Bidang Nuklir

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 4 Desember 2024 07:00 WIB
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia (kanan) bersama Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng (kiri) menandatangani MoU soal mineral kritis dan transisi energi di Jakarta, Senin (2/12/2024). Foto: Kementerian ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Kanada menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Uderstanding/ MoU) kerja sama di sektor energi. Kedua negara siap berkolaborasi memanfaatkan mineral kritis dan optimalisasi transisi energi.

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, usai menandatangani MoU dengan Menteri Promosi, Perdagangan Internasional dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Bahlil bilang, MoU tersebut mencakup beberapa area kerja strategis. Antara lain penerapan standar lingkungan, sosial dan tata kelola, pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui teknologi bersih; serta penguatan perdagangan dan investasi sektor pertambangan.

Baca juga : Erick Thohir Pastikan Tidak Bebani Keuangan Maskapai

Kerja sama ini menjadi suatu hal yang penting untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat.

“Listrik kita saat ini sebesar 91 gigawatt dengan pertumbuhan ekonomi di bawah 6 persen. Target Presiden Prabowo untuk pertumbuhan ekonomi ke depan adalah 8 persen, sehingga kami memerlukan tambahan 61 gigawatt untuk mendukung target tersebut,” kata Bahlil seperti keterangan dikutip Rakyat Merdeka, Rabu (3/12/2024).

Menurutnya, transisi energi menjadi fokus utama Pemerintah Indonesia yang dapat dilihat dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Tahun 2025-2033, yang didominasi oleh Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Baca juga : Warga Geram Pelanggaran Lalu Lintas Berujung Maut

“RUPTL2025-2033 kami rancang dengan target 60 persen EBT. Kami berkomitmen mencapai Net Zero Emission pada 2060,” jelasnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga menjelaskan, Kanada merupakan salah satu negara terdepan mengembangkan tenaga nuklir. Karena itu, dia optimistis terhadap potensi kerja sama dengan Kanada di bidang energi nuklir.

“DPR telah menyetujui penggunaan tenaga nuklir. Kami menargetkan regulasinya selesai pada 2025. Implementasinya akan dimulai secara bertahap pada 2032,” ujarnya.

Adsense

Baca juga : Awas, Gangguan Tim Setan Merah

Bahlil juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam energi terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense