Dark/Light Mode
Harga Tiket Pesawat Diturunkan Selama Nataru
Erick Thohir Pastikan Tidak Bebani Keuangan Maskapai
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menurunkan harga tiket pesawat untuk penerbangan rute domestik selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 telah melalui pertimbangan yang matang. Kebijakan itu dipastikan tidak membebani keuangan maskapai.
Keterangan itu disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
“Kami memastikan, bahwa kebijakan ini tidak merugikan industri penerbangan, sambil tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Erick dalam keterangan resminya, Selasa (3/12/2024).
Seperti diketahui, Pemerintah menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10 persen jelang periode Nataru. Kebijakan itu berlaku di seluruh bandara di Indonesia.
Erick menjelaskan, penurunan harga tiket pesawat merupakan hasil sinergi antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Bahlil Optimistis Potensi Kerja Sama Bidang Nuklir
“Ini adalah langkah nyata untuk membantu masyarakat dan mendorong pertumbuhan pariwisata nasional,” tegas Erick.
Dihubungi terpisah, pengamat penerbangan Gatot Rahardjo mengungkapkan, berbagai konsolidasi terus dilakukan dalam menyukseskan angkutan penerbangan jelang libur akhir tahun.
“Nataru menjadi peak season-nya maskapai. Harga tiket pesawat pun mahal. Tapi kali ini Pemerintah mengupayakan penurunan harga tiket. Dan itu disepakati maskapai,” puji Gatot saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Gatot, masyarakat atau calon penumpang tentu menyambut gembira penurunan harga tiket pesawat.
Ia juga meyakini, penurunan harga ini tak lantas membuat maskapai merugi. Sebab, ada komponen-komponen lain yang turut disesuaikan untuk mendukung penurunan harga tiket pesawat.
Baca juga : Warga Geram Pelanggaran Lalu Lintas Berujung Maut
“Dalam rapat (konsolidasi) itu kan diputuskan beberapa hal, misalnya harga avtur selama Desember tidak naik di 19 bandara,” katanya.
Ia melihat, penurunan avtur ini juga bagian dari sinergi yang dilakukan sesama BUMN, yaitu antara Garuda Indonesia dengan PT Pertamina (Persero), melalui Sub Holding-nya sebagai penyedia avtur.
“Ini sinergi yang bagus antara dua BUMN itu, apalagi keduanya memiliki Dirut (Direktur Utama) yang baru ditunjuk. Karena pembahasan avtur biasanya alot,” katanya.
Dengan penurunan harga tiket pesawat ini, kata Gatot, besar kemungkinan kian meningkatkan jumlah penumpang yang bepergian dengan pesawat selama periode Nataru.
Ia optimistis, maskapai mampu mengakomodir peningkatan penumpang tersebut. Mengingat jumlah penumpang saat Nataru tidak akan lebih besar dibandingkan ketika libur Lebaran.
Baca juga : Awas, Gangguan Tim Setan Merah
“Saya rasa (armada) masih bisa (menampung penumpang). Load Factor selama ini (Nataru), hanya sekitar 70-80 persen dan utilisasi pesawat juga sepertinya masih bisa ditingkatkan,” bebernya.
Terpisah, Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports Faik Fahmi mengatakan, pihaknya turut mengambil langkah besar untuk memberikan dampak langsung dalam penurunan harga tiket pesawat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.