RM.id Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meluncurkan Fitur Carbon Footprint, sebagai salah satu solusi transportasi yang efisien dan ramah lingkungan di Tanah Air.
Peluncuran fitur tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo.
Menurut pria yang akrab disapa Tiko ini, inovasi tersebut merupakan salah satu terobosan penting dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan transportasi di Indonesia.
“Langkah ini mencerminkan komitmen KAI memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Tiko dalam acara peresmian fitur Carbon Footprint di Stasiun Gambir, Jakarta, yang dikutip, Rabu (25/12/2024).
Selama ini, KAI telah menghadirkan berbagai layanan unggulan. Seperti kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh, LRT (Light Rail Transit) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi) serta layanan kereta kompartemen untuk perjalanan jarak jauh agar memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang.
Baca juga : Pemerintah Siapkan Tiga Kajian Strategis
“Dengan berbagai inovasi ini, KAI tidak hanya fokus pada keberlanjutan. Tetapi, juga pada peningkatan kualitas layanan untuk masyarakat luas,” kata Tiko.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, pihaknya terus memperkuat dedikasinya menyediakan moda transportasi ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari langkah konkret tersebut, maka diluncurkan fitur terbaru bernama Carbon Footprint yang dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI versi terbaru (versi 6.9.11). Fitur ini merupakan inovasi yang mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam layanan transportasi.
“Lewat fitur ini, memberikan estimasi emisi karbon setiap perjalanan yang dilakukan pelanggan,” jelasnya.
Didiek mengungkapkan, keberlanjutan dan pelestarian lingkungan adalah prioritas utama dalam pembangunan. Melalui fitur ini, perseroan ingin menegaskan bahwa kereta api tidak hanya menjadi solusi transportasi efisien, tetapi juga ramah lingkungan.
Baca juga : Tanggul Laut Bisa Jadi Solusi Atasi Banjir Rob
“Inovasi ini menjadi langkah nyata KAI mendukung target pembangunan berkelanjutan dan Net Zero Emission (NZE),” ucapnya.
Selain itu, perseroan juga terus memperkuat komitmen untuk penerapan praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.
Berkaca pada hasil rating ESG (Environment, Social and Governance) S&P Global untuk KAI, yang telah dirilis pada 18 Desember 2024 dengan skor 41, dia menilai, sebagai tahun pertama KAI mengikuti rating ini, skor tersebut merupakan pencapaian yang sangat baik dan menempatkan perusahaan di posisi yang kompetitif secara global.
Dengan capaian skor sebesar 41 tersebut, KAI termasuk dalam 20 persen teratas sektor Transportasi dan Infrastruktur Transportasi di tingkat global.
Keberhasilan ini, kata Didiek, mencerminkan keseriusan dan dedikasi KAI dalam memulai perjalanan keberlanjutan di tahun pertama proses penilaian ESG.
Baca juga : Liverpool Vs Leicester City, Si Merah Siap Menyala
“Membangun reputasi sebagai perusahaan transportasi massal yang berkelanjutan dan berkontribusi pada target keberlanjutan global,” katanya.
Vice President (VP) Public Relations KAI Anne Purba menambahkan, fitur ini memberikan edukasi nyata kepada masyarakat bahwa kereta api adalah moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, jika dibandingkan moda transportasi lain seperti mobil pribadi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.