Sebelumnya
“Dengan fitur ini, pelanggan dapat memahami dampak positif dari penggunaan kereta api dalam mengurangi emisi karbon,” ungkapnya.
Dia mencontohkan, emisi karbon perjalanan menggunakan KA Probowangi dari Stasiun Surabaya Gubeng ke Stasiun Ketapang sebesar 2,94 kilogram (kg) CO2e (setara karbon dioksida). Sedangkan, perjalanan dengan mobil pribadi di rute yang sama menghasilkan emisi karbon sebesar 8,79 kg CO2e.
“Jumlah itu hampir tiga kali lipat lebih besar dari kereta api,” sebutnya.
Karenanya, dengan adanya fitur ini diharapkan dapat mendorong kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat. Khususnya, dalam memilih transportasi yang lebih berkelanjutan. Sekaligus, membuat pelanggan memahami kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan.
Anne memastikan, perhitungan emisi karbon pada fitur Carbon Footprint mengacu pada regulasi nasional. Seperti SNI ISO (Standar Nasional Indonesia International Organization of Standardization) 14064-1:2018 serta pedoman internasional seperti Kyoto Protocol dan GHG Protocol.
Baca juga : Pemerintah Siapkan Tiga Kajian Strategis
Validasi dilakukan melalui studi literatur, benchmarking dan konsultasi dengan ahli transportasi, konsultan carbon accounting, serta lembaga Pemerintah terkait.
Tak hanya itu, inovasi fitur Carbon Footprint ini juga melengkapi berbagai langkah KAI dalam mendukung keberlanjutan.
Sebelumnya, perseroan telah menghadirkan teknologi face recognition untuk mengurangi sampah kertas dan menyediakan water station guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
“Termasuk penggunaan alat makan berbahan kayu (wooden cutlery) pada layanan makan di atas kereta,” jelasnya.
Penjualan Tiket Nataru
Terkait penjualan tiket KA periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Anne merinci, berdasarkan data per Senin (23/12/2024) Pukul 06.00 WIB, jumlah tiket KAJJ (Jarak Jauh) dan KA Lokal yang sudah terjual, yaitu 2.059.937 tiket dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 3.572.588.
Baca juga : Tanggul Laut Bisa Jadi Solusi Atasi Banjir Rob
“Sejak tanggal 19 Desember sampai 23 Desember, kami telah memberangkatkan 800.066 penumpang di Pulau Jawa dan Sumatera,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, atau pada 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, KAI Group menyediakan total 44.754.280 tempat duduk. Terdiri dari 3.572.588 Penumpang KAI, 35.407.300 Penumpang KAI Commuter, 4.142.520 Penumpang LRT Jabodebek, 588.304 Penumpang LRT Sumsel, 7.416 Penumpang KAI Wisata.
Lalu, 487.728 Penumpang KAI Bandara, 29.160 Penumpang KA Makassar-Parepare dan 519.264 Penumpang KCIC.
Adapun, total jumlah perjalanan KAI Group, yaitu 40.782 KA dengan rincian 7.328 perjalanan KA yang dikelola KAI dan 23.204 perjalanan KA yang dikelola KAI Commuter.
Kemudian, sebanyak 1.872 perjalanan KA yang dikelola KAI Bandara dan 5.598 perjalanan LRT Jabodebek.
Baca juga : Liverpool Vs Leicester City, Si Merah Siap Menyala
Selanjutnya, 1.772 perjalanan LRT Sumsel, 36 perjalanan yang dikelola KAI Wisata, 108 perjalanan KA Makassar-Parepare serta 864 perjalanan Whoosh yang dikelola KCIC (PT Kereta Cepat Indonesia China).
“Jumlah penjualan tiket masih akan terus berubah dinamis dan bertambah, karena penjualan masih berlangsung,” katanya. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 26 Desember 2024 dengan judul "KAI Luncurkan Fitur Carbon Footprint, Kereta Api Transportasi Yang Ramah Lingkungan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.