BREAKING NEWS
 

Airlangga: Insentif Rp 20 Triliun Disiapkan Untuk Industri Padat Karya

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 26 Desember 2024 21:58 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan segera meluncurkan skema kredit/pembiayaan baru yakni Kredit Investasi Padat Karya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (24/12/2024).

Skema Kredit Investasi Padat Karya ini dirancang khusus untuk mendukung revitalisasi mesin dan peningkatan produktivitas di sektor industri padat karya.

Melalui skema ini, pelaku industri dapat mengakses pembiayaan untuk memodernisasi peralatan dan meningkatkan efisiensi produksi.

Fitur menarik

Berikut sejumlah fitur menarik dalam skema Kredit Investasi Padat Karya:

Baca juga : Pemerintah Siapkan Tiga Kajian Strategis

1. Plafon pinjaman di atas Rp500 juta hingga Rp 10 miliar.

2. Suku bunga/margin yang lebih rendah dibanding kredit komersial.

3. Jangka waktu pinjaman fleksibel antara 5 – 8 tahun.

Adsense

Skema kredit ini ditujukan untuk sektor-sektor industri padat karya, seperti pakaian jadi, tekstil, furnitur, kulit, barang dari kulit, alas kaki, mainan anak serta makanan dan minuman.

Syarat Pengajuan 

Berikut syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Kredit Investasi Padat Karya:

Baca juga : Pemerintah Siapkan Rp20 Triliun untuk Kredit Investasi Padat Karya

1. Memiliki usaha yang produktif dan layak

2. Memiliki pengalaman usaha minimal 2 tahun

3. Memiliki paling sedikit 50 tenaga kerja yang diharapkan dapat meningkat, seiring peningkatan kapasitas produksi karena revitalisasi mesin yang dilakukan.

Pemerintah menyediakan anggaran subsidi bunga/margin yang cukup untuk penyaluran Skema Kredit Investasi Padat Karya, yang diproyeksikan mencapai target penyaluran sebesar Rp 20 triliun pada tahun 2025.

"Ini merupakan bukti konkret keseriusan Pemerintah, dalam hal mendorong pertumbuhan dan peningkatan daya saing industri padat karya nasional dan menciptakan lapangan kerja baru," ujar  Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca juga : Jepang Beri Pinjaman Rp 3,9 Triliun Bagi Dua Sektor Penting Indonesia

Peluncuran skema kredit ini merupakan salah satu dari paket kebijakan Pemerintah yang lebih luas, untuk menyelamatkan dan memperkuat industri di Indonesia.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong transformasi industri melalui berbagai instrumen seperti insentif fiskal, kemudahan perizinan, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan riset dan inovasi.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense