BREAKING NEWS
 

Gandeng Baskhara Sinar Sakti, PTP Nonpetikemas Muat Batu Bara

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 1 Februari 2025 10:57 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PTP Nonpetikemas Cabang Panjang menggandeng PT Baskhara Sinar Sakti untuk menangani pemuatan batu bara yang akan didistribusikan ke pasar domestik dan internasional.

Diperkirakan, potensi kapasitas tahunan dari kegiatan ini mencapai 500 ribu ton. Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Panjang Anton Hartono mengatakan, seluruh fasilitas yang ada di cabang ini siap memberikan pelayanan 24/7.

Untuk mendukung kegiatan muat batu bara, pihaknya telah menyiapkan penyandaran kapal tongkang dengan kapasitas muatan 7-10 ribu ton di Dermaga B dan C, dengan draught kapal 7 hingga 9,5 LWS.

Sementara, pemuatan kargo ekspor melalui vessel dengan kapasitas 30-55 ribu ton akan dilakukan di Dermaga D (Terminal Curah Kering) dengan draught kapal 11 hingga 12 LWS.

Baca juga : Anti Praktik Suap, PTP Nonpetikemas Raih Sertifikasi ISO 37001

Anton mengungkapkan, pengiriman batu bara milik PT Baskhara Sinar Sakti yang sebelumnya dilakukan melalui jalur darat atau kereta api, hanya mampu mengangkut sekitar 3 ribu ton dengan biaya yang cukup tinggi.

"PTP Nonpetikemas Cabang Panjang menawarkan solusi dengan mengalihkan pengiriman melalui jalur laut. Hal ini memungkinkan angkutan hingga 8 ribu ton via tongkang dan 55 ribu ton via kapal, yang tentunya lebih efisien dalam hal biaya," ungkap Anton, Sabtu (1/2/2025).

Adsense

Tidak hanya menyediakan fasilitas sandar kapal, kata Anton, PTP Nonpetikemas Cabang Panjang juga memiliki lahan penumpukan (stockpile) untuk komoditas batu bara di Pelabuhan Panjang.

Dengan luas lahan 5 hektar dan kapasitas tampung 50 ribu ton, fasilitas ini dilengkapi dengan 1 unit timbangan.

Baca juga : Tangerang Raya Area Strategis Investasi, LPKR Perluas Portfolio Produk Baru

Diperkirakan, produksi di lahan penumpukan yang dikelola oleh cabang ini akan mencapai 500 ribu ton pada akhir 2025.

Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami menambahkan, transformasi teknologi yang diterapkan dalam dua tahun terakhir melalui sistem PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose), telah membuat proses operasional pelabuhan semakin terintegrasi.

Sistem ini memudahkan proses monitoring kegiatan bongkar muat dan rangkaian proses bisnis pelabuhan lainnya, mulai dari transaksi operasional hingga perencanaan dan kontrol, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas dan efisiensi waktu.

Fiona mengatakan, di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (HSSE), PTP Nonpetikemas menerapkan standar yang ketat dengan pemenuhan rambu-rambu keselamatan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib, serta pelaksanaan safety briefing dan patroli rutin.

Baca juga : Gandeng Darya Varia, Politeknik APP Fasilitasi UMKM Raih Sertifikasi Halal

"Semua kami lakukan demi mencapai zero fatality. Budaya 'Safety is everyone’s responsibility' kami tanamkan dalam setiap aktivitas operasional.

PTP Nonpetikemas tetap mengutamakan keselamatan serta ketepatan waktu dalam setiap proses operasionalnya," ujar Fiona.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense