Dark/Light Mode

Wujudkan Greenport

PTP Nonpetikemas Teluk Bayur Adopsi Teknologi Ramah Lingkungan

Jumat, 22 November 2024 23:35 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pelabuhan Tanjung Priok atau PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur terus berinovasi untuk menjadi pelabuhan hijau (green port) dan meningkatkan kualitas layanan, produktivitas, dan kinerja.

PTP Nonpetikemas terus menciptakan lingkungan operasi yang aman serta berkelanjutan dengan menerapkan standar ISO 14001 dan Environment, Social & Governance (ESG).

Branch Manager PTP Cabang Teluk Bayur Fauzi mengatakan, beberapa langkah konkret dilakukan, seperti pengembangan infrastruktur ramah lingkungan melalui penggunaan energi terbarukan dan peningkatan sistem pengelolaan limbah.

Kemudian, efisiensi energi dengan elektrifikasi operasional seperti crane dan kendaraan listrik. Pengelolaan emisi dan polusi, dilakukan dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan mitra bisnis.

Fauzi menambahkan, Pelabuhan Teluk Bayur juga telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan yang salah satunya adalah sistem elektrifikasi alat-alat operasional.

Pelabuhan Teluk Bayur telah menggunakan oil boom dalam setiap kegiatan bongkar muat curah cair untuk meminimalkan risiko kebocoran sehingga mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Baca juga : Terapkan Prinsip ESG, Menara BTN Raih Sertifikasi Gedung Ramah Lingkungan

"Wujud komitmen kami dalam implementasi greenport dengan elektrifikasi alat bongkar muat seperti Gantry Jib Crane, sehingga dapat menekan biaya operasional konsumsi BBM hingga 25 persen dan mengurangi tingkat kebisingan serta polusi udara," kata Fauzi dalam keterangan resminya, Jumat (22/11/2024).

Fauzi menjelaskan, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur juga telah berhasil meningkatkan produktivitas dan kinerjanya.

Pelabuhan Teluk Bayur saat ini merupakan salah satu Pelabuhan utama di Indonesia dalam penanganan komoditas curah cair, terutama minyak kelapa sawit (CPO).

Kapasitas penanganannya mencapai 3,2 juta ton per tahun. Hal ini menjadikannya sebagai pelabuhan terbesar kedua setelah Dumai.

Selain CPO, komoditas lain seperti cangkang dan bungkil juga diekspor ke Korea, Jepang, dan New Zealand. PTP Teluk Bayur juga berhasil mengimplementasikan sistem operasi PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) / PTOS-M yang memudahkan sistem monitoring kegiatan bongkar muat.

PTOS-M menjadi bagian dari proses transformasi dan standardisasi yang salah satu dampaknya adalah peningkatan kinerja produktivitas Ton/Ship/Day (T/S/D) dan penurunan port stay yang signifikan.

Baca juga : Lukisan Go Green Taruparwa Jadi Inspirasi Pelestarian Lingkungan

Hingga triwulan III 2024, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur telah mencatat peningkatan kinerja produktivitas Ton/Ship/Day (T/S/D) seperti pada komoditas curah kering.

Yaitu, dari 1.999 T/S/D menjadi 2.604 T/S/D atau peningkatan kecepatan layanan di pelabuhan 30 persen.

Selain itu, terjadi penurunan port stay atau waktu durasi sebuah kapal berada di pelabuhan.

Waktu tunggu kapal di pelabuhan ini berhasil diturunkan dari rata-rata 3 hari menjadi 2 hari, yang berarti peningkatan efisiensi biaya di pelabuhan bagi pengguna jasa hingga 33 persen.

"Penurunan waktu tunggu ini merupakan hasil dari penerapan sistem dan standardisasi baru yang mendukung kelancaran proses bongkar muat, sekaligus mengurangi hambatan operasional," jelasnya.

Menurut Fauzi, efisiensi waktu tunggu kapal menjadi salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa pelabuhan.

Baca juga : Kolaborasi Akademia dan BUMN Wujudkan Kesetimbangan Fungsi Ekonomi, Sosial & Lingkungan

Adapun, kinerja hingga triwulan III 2024 mencatat trafik komoditas General & Bag Cargo dengan realisasi throughput sebesar 489 ribu ton/m³.

Komoditas curah kering tercatat sebesar 1.480.000 ton dan komoditas curah cair mencapai realisasi throughput sebesar 2.066.000 ton.

SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami turut menegaskan komitmen perusahaan dalam transformasi ini.

Menurut Fiona, transformasi yang dilakukan PTP Nonpetikemas tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional tapi juga untuk memperkuat daya saing di tingkat nasional dan internasional.

"Kami berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik melalui peningkatan pelayanan jasa bongkar muat nonpetikemas," jelas Fiona.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.