BREAKING NEWS
 

RI-Turki Kembangkan EBT, Nuklir, Hidrogen & Baterai

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Sabtu, 15 Februari 2025 07:10 WIB
Disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki, Alparslan Bayraktarn, Rabu (12/2) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di bidang energi dan sumber daya mineral. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat berkolaborasi untuk mengembangkan sektor energi. Langkah ini diharapkan dapat mendukung tercapainya target swasembada energi.

Indonesia dan Turki resmi menandatangani kerja sama/Memorandum of Understanding (MoU) di sektor energi dan sumber daya mineral yang mencakup pembangkit listrik, energi baru terbarukan (EBT), hingga teknologi hidrogen, nuklir dan baterai.

Kesepakatan ini tidak hanya membuka peluang investasi, tetapi mempercepat transfer teknologi untuk pengembangan energi bersih di Indonesia.

MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Repub­lik Turki Alparslan Bayraktar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Bahlil menegaskan, kolaborasi ini sejalan dengan visi Pemerin­tah dalam mencapai swasem­bada energi serta meningkatkan ketahanan energi nasional.

Baca juga : BSI Mulai Jalankan Bisnis Bullion Bank

“Dengan dukungan dan ko­laborasi dari mitra internasional, kita dapat mengejar swasembada energi sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Jumat (14/2/2025).

MoU ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan kedua nega­ra. Sebelumnya, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan pe­rusahaan Turki di sektor energi, khususnya minyak, gas bumi dan panas bumi.

Melalui PT Pertamina (Per­sero), Indonesia telah bekerja sama dengan delapan perusa­haan Turki dalam proyek panas bumi dan perkapalan.

Selain itu, Turki berinvestasi dalam proyek panas bumi mela­lui PT Hitay Daya Energi (HDE) di Gunung Talang Bukit Kili dengan rencana pengembangan 20 megawatt (MW).

Adsense

Hitay Energy Holding saat ini menjalankan empat proyek sur­vei dan eksplorasi panas bumi di Indonesia. Hingga kini, PT HDEtelah menginvestasikan 6,01 juta dolar AS atau sekitar 22 persen dari total komitmen eksplorasi mereka.

Baca juga : DKI Bakal Bangun 15 Taman Dan 7 Hutan Kota

Target Perdagangan

Selain sektor energi, dalam pertemuan High Level Strategic Council di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menargetkan peningkatan nilai perdagangan dengan Indonesia hingga 10 miliar dolar AS per tahun, atau sekitar Rp 161,1 triliun.

“Kami berusaha mening­katkan volume perdagangan antara kedua negara dengan keseimbangan yang sama,” ujar Erdogan dalam konfe­rensi pers bersama Presi­den Prabowo Subianto, Rabu (12/2/2025).

Erdogan juga menegaskan pentingnya memperluas kerja sama di berbagai sektor, seperti pertanian, industri halal, dan ekonomi.

“Kami berusaha mewujudkan itu bersama dan berkomitmen agar kerja sama ini bisa terwu­jud,” harap Erdogan.

Baca juga : Manchester City Vs Newcastle United, Misi Duduki Empat Besar

Kunjungan kenegaraan Er­dogan ke Indonesia menjadi momen bersejarah dalam hubun­gan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama 75 tahun.

Prabowo dan Erdogan me­nyepakati berbagai kerja sama strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat serta menciptakan sta­bilitas global.

Dalam bidang ekonomi, kedua negara berkomitmen untuk mempercepat finalisasi Indone­sia-European Union Compre­hensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Selain itu, dalam hubungan internasional, Indonesia dan Turki menegaskan komitmen­nya terhadap perdamaian di Palestina, Suriah, Ukraina, dan Rusia. Khususnya bagi Pales­tina, kedua negara mendukung solusi dua negara (two-state so­lution) berdasarkan perbatasan tahun 1967.

“Saya sangat gembira bahwa kunjungan ini sangat produktif. Kunjungan Presiden Erdogan adalah babak baru dalam kemitraan strategis kami. Dan akan menjadi momentum sejarah menuju 100 tahun kemitraan Indonesia dan Turki pada 2050,” ujar Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense