Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RI-Turki Kembangkan EBT, Nuklir, Hidrogen & Baterai
Sabtu, 15 Februari 2025 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat berkolaborasi untuk mengembangkan sektor energi. Langkah ini diharapkan dapat mendukung tercapainya target swasembada energi.
Indonesia dan Turki resmi menandatangani kerja sama/Memorandum of Understanding (MoU) di sektor energi dan sumber daya mineral yang mencakup pembangkit listrik, energi baru terbarukan (EBT), hingga teknologi hidrogen, nuklir dan baterai.
Kesepakatan ini tidak hanya membuka peluang investasi, tetapi mempercepat transfer teknologi untuk pengembangan energi bersih di Indonesia.
MoU tersebut ditandatangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Republik Turki Alparslan Bayraktar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Bahlil menegaskan, kolaborasi ini sejalan dengan visi Pemerintah dalam mencapai swasembada energi serta meningkatkan ketahanan energi nasional.
Baca juga : BSI Mulai Jalankan Bisnis Bullion Bank
“Dengan dukungan dan kolaborasi dari mitra internasional, kita dapat mengejar swasembada energi sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Jumat (14/2/2025).
MoU ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan kedua negara. Sebelumnya, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Turki di sektor energi, khususnya minyak, gas bumi dan panas bumi.
Melalui PT Pertamina (Persero), Indonesia telah bekerja sama dengan delapan perusahaan Turki dalam proyek panas bumi dan perkapalan.
Selain itu, Turki berinvestasi dalam proyek panas bumi melalui PT Hitay Daya Energi (HDE) di Gunung Talang Bukit Kili dengan rencana pengembangan 20 megawatt (MW).
Hitay Energy Holding saat ini menjalankan empat proyek survei dan eksplorasi panas bumi di Indonesia. Hingga kini, PT HDEtelah menginvestasikan 6,01 juta dolar AS atau sekitar 22 persen dari total komitmen eksplorasi mereka.
Baca juga : DKI Bakal Bangun 15 Taman Dan 7 Hutan Kota
Target Perdagangan
Selain sektor energi, dalam pertemuan High Level Strategic Council di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menargetkan peningkatan nilai perdagangan dengan Indonesia hingga 10 miliar dolar AS per tahun, atau sekitar Rp 161,1 triliun.
“Kami berusaha meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara dengan keseimbangan yang sama,” ujar Erdogan dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu (12/2/2025).
Erdogan juga menegaskan pentingnya memperluas kerja sama di berbagai sektor, seperti pertanian, industri halal, dan ekonomi.
“Kami berusaha mewujudkan itu bersama dan berkomitmen agar kerja sama ini bisa terwujud,” harap Erdogan.
Baca juga : Manchester City Vs Newcastle United, Misi Duduki Empat Besar
Kunjungan kenegaraan Erdogan ke Indonesia menjadi momen bersejarah dalam hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama 75 tahun.
Prabowo dan Erdogan menyepakati berbagai kerja sama strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat serta menciptakan stabilitas global.
Dalam bidang ekonomi, kedua negara berkomitmen untuk mempercepat finalisasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Selain itu, dalam hubungan internasional, Indonesia dan Turki menegaskan komitmennya terhadap perdamaian di Palestina, Suriah, Ukraina, dan Rusia. Khususnya bagi Palestina, kedua negara mendukung solusi dua negara (two-state solution) berdasarkan perbatasan tahun 1967.
“Saya sangat gembira bahwa kunjungan ini sangat produktif. Kunjungan Presiden Erdogan adalah babak baru dalam kemitraan strategis kami. Dan akan menjadi momentum sejarah menuju 100 tahun kemitraan Indonesia dan Turki pada 2050,” ujar Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya