BREAKING NEWS
 

Bakal Dapat Suntikan Modal Rp 8 Triliun

Agrinas Gebrakan Serius Kerek Produksi Pangan

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 24 Maret 2025 07:05 WIB
Logo PT Agrinas Palma Nusantara. (Foto: Dok. Agrinas Palma Nusantara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembentukan PT Agrinas Palma Nusantara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang bergerak di bidang perkebunan dan pangan, mendapat sambutan positif. Gebrakan tersebut diharapkan mendapatkan hasil nyata dalam meningkatkan produksi pangan.

Pemerintah dianggap menunjukkan keseriusan dalam memperkuat sektor pangan di Indonesia. Sebab, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beren­cana mengalokasikan Penyerta­an Modal Negara (PMN) sebesar Rp 8 triliun dalam APBN (Ang­garan Pendapatan dan Belanja Negara) untuk memperkuat operasional Agrinas.

Agrinas merupakan hasil transformasi tiga BUMN Karya, yakni PT Virama Karya (Per­sero), PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).

Pemerintah berencana melakukan perluasan bidang usaha melalui repurposing BUMN Karya menjadi BUMN yang bergerak di sektor perikanan, perkebunan dan pangan.

Pengamat pertanian dari Aso­siasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan, dengan adanya Agrinas, kini Pemerintah memiliki BUMN Khusus pangan yang bergerak di hulu.

Selama ini BUMN pangan yang ada seperti Perum Bulog dan ID Food, fokus pada pengelolaan pangan di sektor tengah dan hilir.

Baca juga : Harga Stabil, Rakyat Tidak Usah Khawatir

Khudori melihat, jika selama ini ada BUMN yang bergerak di hulu, biasanya hanya sebatas penugasan atau inisiasi-inisiasi untuk pangan di hulu. Dan itu bukan core business dari BUMN yang ditugaskan.

“Berbeda dengan Agrinas yang fokusnya mengelola pangan di hulu,” ujar Khudori ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah terlihat kian serius men­dorong hadirnya BUMN yang bergerak di hulu, utamanya di sektor pangan.

Selain itu, menurutnya, Pemerintah terlihat sangat serius menggarap sektor Hulu. Hal itu tercermin dari pemberian PMN dengan nilai cukup besar.

“PMN mencapai Rp 8 triliun itu cukup besar untuk men­dukung operasional Agrinas. Walau kita belum tahu, pemba­giannya seperti apa di antara 3 BUMN itu,” katanya.

Adsense

Terlebih, Agrinas juga diper­caya untuk mengelola lahan sawit seluas sekitar 220 ribu hektar dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Baca juga : Jakarta Targetkan Bebas Sampah 2050

“Ini pelimpahan aset yang cu­kup besar untuk dikelola, walau masih dalam proses hukum, tapi yang namanya perkebunan ada banyak pekerja yang ikut terlibat, sehingga harus dijaga keberlang­sungannya,” tutur Khudori.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Putri Violla menyampaikan, Pemerintah tengah berupaya memperkuat sektor pangan nasional. Salah satunya melalui restrukturisasi BUMN Karya.

“(BUMN Karya) itu selain (fokus bisnis) konstruksi, ya ditambah bidang (pangan) tadi. Makanya namanya diganti jadi Agrinas,” jelas Putri di Jakarta, Kamis (20/3/2025).

Menurut Putri, proses trans­formasi ini masih berlangsung dan belum ada keputusan mengenai pembentukan holding.

Ia menyebutkan, tiga BUMN Karya yang bertransformasi menjadi Agrinas adalah Virama Karya menjadi PT Agrinas Jaladri Nusantara yang bergerak di sektor perikanan, Yodya Karya menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara yang menggarap padi. Dan Indra Karya menjadi PT Agrinas Palma Nusantara meng­garap perkebunan kelapa sawit.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjelaskan, untuk meningkat­kan kapasitas Agrinas, dibutuh­kan penambahan PMN.

Baca juga : Jelang Indonesia Vs Bahrain, Tim Garuda Fokus Pulihkan Mental

Dana itu akan digunakan an­tara lain untuk kegiatan tambah budidaya dan kegiatan perikanan tangkap, pengelolaan kawasan sentra produksi pangan.

“Serta revitalisasi lahan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit,” beber Thomas di Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, turut buka suara soal transfor­masi tiga BUMN karya tersebut.

Menurutnya, keputusan ini bu­kanlah langkah yang diambil se­cara mendadak, melainkan telah melalui proses pertimbangan dan perencanaan yang matang.

“Ini mengingat sebelumnya tidak ada BUMN karya yang dialihkan ke sektor pangan,” ujar Arief di Kementerian Koor­dinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense