Dark/Light Mode
Bakal Dapat Suntikan Modal Rp 8 Triliun
Agrinas Gebrakan Serius Kerek Produksi Pangan
RM.id Rakyat Merdeka - Pembentukan PT Agrinas Palma Nusantara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang bergerak di bidang perkebunan dan pangan, mendapat sambutan positif. Gebrakan tersebut diharapkan mendapatkan hasil nyata dalam meningkatkan produksi pangan.
Pemerintah dianggap menunjukkan keseriusan dalam memperkuat sektor pangan di Indonesia. Sebab, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 8 triliun dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) untuk memperkuat operasional Agrinas.
Agrinas merupakan hasil transformasi tiga BUMN Karya, yakni PT Virama Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).
Pemerintah berencana melakukan perluasan bidang usaha melalui repurposing BUMN Karya menjadi BUMN yang bergerak di sektor perikanan, perkebunan dan pangan.
Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan, dengan adanya Agrinas, kini Pemerintah memiliki BUMN Khusus pangan yang bergerak di hulu.
Selama ini BUMN pangan yang ada seperti Perum Bulog dan ID Food, fokus pada pengelolaan pangan di sektor tengah dan hilir.
Baca juga : Harga Stabil, Rakyat Tidak Usah Khawatir
Khudori melihat, jika selama ini ada BUMN yang bergerak di hulu, biasanya hanya sebatas penugasan atau inisiasi-inisiasi untuk pangan di hulu. Dan itu bukan core business dari BUMN yang ditugaskan.
“Berbeda dengan Agrinas yang fokusnya mengelola pangan di hulu,” ujar Khudori kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Karena itu, lanjutnya, Pemerintah terlihat kian serius mendorong hadirnya BUMN yang bergerak di hulu, utamanya di sektor pangan.
Selain itu, menurutnya, Pemerintah terlihat sangat serius menggarap sektor Hulu. Hal itu tercermin dari pemberian PMN dengan nilai cukup besar.
“PMN mencapai Rp 8 triliun itu cukup besar untuk mendukung operasional Agrinas. Walau kita belum tahu, pembagiannya seperti apa di antara 3 BUMN itu,” katanya.
Terlebih, Agrinas juga dipercaya untuk mengelola lahan sawit seluas sekitar 220 ribu hektar dari Kejaksaan Agung (Kejagung).
Baca juga : Jakarta Targetkan Bebas Sampah 2050
“Ini pelimpahan aset yang cukup besar untuk dikelola, walau masih dalam proses hukum, tapi yang namanya perkebunan ada banyak pekerja yang ikut terlibat, sehingga harus dijaga keberlangsungannya,” tutur Khudori.
Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Putri Violla menyampaikan, Pemerintah tengah berupaya memperkuat sektor pangan nasional. Salah satunya melalui restrukturisasi BUMN Karya.
“(BUMN Karya) itu selain (fokus bisnis) konstruksi, ya ditambah bidang (pangan) tadi. Makanya namanya diganti jadi Agrinas,” jelas Putri di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Menurut Putri, proses transformasi ini masih berlangsung dan belum ada keputusan mengenai pembentukan holding.
Ia menyebutkan, tiga BUMN Karya yang bertransformasi menjadi Agrinas adalah Virama Karya menjadi PT Agrinas Jaladri Nusantara yang bergerak di sektor perikanan, Yodya Karya menjadi PT Agrinas Pangan Nusantara yang menggarap padi. Dan Indra Karya menjadi PT Agrinas Palma Nusantara menggarap perkebunan kelapa sawit.
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjelaskan, untuk meningkatkan kapasitas Agrinas, dibutuhkan penambahan PMN.
Baca juga : Jelang Indonesia Vs Bahrain, Tim Garuda Fokus Pulihkan Mental
Dana itu akan digunakan antara lain untuk kegiatan tambah budidaya dan kegiatan perikanan tangkap, pengelolaan kawasan sentra produksi pangan.
“Serta revitalisasi lahan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit,” beber Thomas di Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, turut buka suara soal transformasi tiga BUMN karya tersebut.
Menurutnya, keputusan ini bukanlah langkah yang diambil secara mendadak, melainkan telah melalui proses pertimbangan dan perencanaan yang matang.
“Ini mengingat sebelumnya tidak ada BUMN karya yang dialihkan ke sektor pangan,” ujar Arief di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.