RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) terus berupaya mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 dengan meningkatkan pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif.
Langkah terbaru PLN EPI adalah pengiriman 350 ton cangkang sawit melalui jalur laut ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore di Maluku Utara.
Pengiriman ini merupakan bagian dari kerjasama strategis dengan PT Bumi Indawa Niaga (BIN).
Program cofiring biomassa di PLTU Tidore telah menunjukkan hasil positif setelah uji coba.
Cangkang sawit, yang bersumber dari perkebunan kelapa sawit di sekitar kepulauan Maluku, terbukti sebagai biomassa yang sesuai.
Baca juga : Kejagung Sita Aset Dua Mantan Direksi PT Timah
PT BIN, perusahaan agribisnis yang merupakan bagian dari grup perusahaan yang juga memiliki pabrik kelapa sawit (PKS), memanfaatkan limbah cangkang sawit dari pabrik mereka sebagai bahan baku cofiring.
Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar dengan memanfaatkan limbah menjadi sumber daya bernilai tambah.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan PT BIN dalam mendukung keberlanjutan energi di Maluku Utara, khususnya dalam mengatasi tantangan geografis berupa kepulauan dengan memanfaatkan transportasi laut.
"Inovasi ini memperkuat sistem energi berbasis lokal dan berkontribusi pada pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional sebesar 23 persen pada 2025," ujar Iwan.
Ketut Adi Laskito dari PT BIN menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan penggunaan EBT untuk menekan emisi gas rumah kaca (GRK).
Baca juga : Tingkatkan Perekonomian, Mahasiswa dan Pemuda Tangerang Dukung PSN PIK 2
Kerja sama ini memberikan solusi ekonomi dengan memaksimalkan pemanfaatan limbah kelapa sawit.
"Kami berharap kerjasama jangka panjang ini dapat terus berkembang," tambahnya.
Pengiriman cangkang sawit ke PLTU Tidore menghadapi tantangan logistik, mengingat lokasi PLTU yang berada di kepulauan dan ketergantungan pada transportasi laut.
Fluktuasi produksi cangkang sawit akibat cuaca juga menjadi kendala. Untuk mengatasi hal ini, PT BIN menerapkan metode joint cargo transportation, di mana kapal pengangkut juga membawa komoditas lain seperti palm kernel (inti sawit) sebanyak 1.500 ton ke Jawa Timur.
Namun, jika pasokan dari PT BIN meningkat signifikan, penggunaan dedicated shipping akan dipertimbangkan.
Baca juga : KPK Nyatakan Penggunaan Private Jet Kaesang Bukan Gratifikasi
PLN EPI mencatat keberhasilan pengiriman biomassa sebesar 1,62 juta ton pada tahun 2024, menghasilkan pengurangan emisi karbon sebesar 1,87 juta ton CO2.
Target pengiriman biomassa pada tahun 2025 meningkat menjadi 3 juta ton untuk seluruh PLTU PLN Grup.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.