Ketika dunia sedang menghadapi ketidakpastian global—mulai dari perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, hingga disrupsi teknologi—Indonesia justru menatap masa depan dengan sebuah harapan besar: ekonomi syariah. Bukan sekadar pelengkap sistem ekonomi nasional, ekonomi syariah kini diposisikan sebagai salah satu arus utama pembangunan jangka panjang Indonesia.
Harapan ini disampaikan langsung K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden periode 2019-2024, dalam Sidang Pleno Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Maret 2024.
Pertanyaannya, bagaimana sebenarnya posisi ekonomi syariah Indonesia saat ini? Apa yang perlu kita lakukan agar ekonomi syariah benar-benar menjadi kekuatan baru ekonomi nasional?
Dari Pinggiran Menuju Panggung Utama
Ekonomi dan keuangan syariah bukan barang baru di Indonesia. Sudah sejak lama konsep ini berkembang melalui praktik zakat, wakaf, hingga lembaga keuangan syariah. Namun, dalam lima tahun terakhir, perkembangannya mengalami akselerasi luar biasa.
Kiai Ma’ruf Amin menyebut, capaian tersebut adalah hasil dari kerja kolektif berbagai pihak—baik pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, hingga masyarakat sipil. Kini, ekonomi syariah bukan lagi "alternatif", melainkan sedang naik pangkat sebagai motor ekonomi nasional. Namun, perjalanan masih panjang dan tantangan justru semakin kompleks.
Menjawab Tantangan Global dengan Solusi Syariah
Baca juga : Bamsoet Ajak Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Tengah Tantangan Global
Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh dinamika. Ekonomi dunia tidak lagi bisa mengandalkan sistem konvensional semata. Maka, ekonomi syariah hadir sebagai jawaban: sistem ekonomi yang tidak hanya menekankan keuntungan, tapi juga keadilan, keberkahan, dan keberlanjutan.
Di tengah kondisi global yang tak menentu, Kiai Ma'ruf menekankan pentingnya agar ekonomi syariah mampu beradaptasi lebih cepat, memperbesar kontribusi terhadap PDB nasional, dan menjadi bagian dari solusi krisis multidimensi yang kita hadapi hari ini.
Transformasi Menuju Masa Depan: RPJPN 2025–2045
Arah kebijakan pengembangan ekonomi syariah sudah tertuang dalam dokumen-dokumen strategis nasional seperti RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029. Di dalamnya, ekonomi syariah diarahkan untuk:
• Meningkatkan produktivitas nasional
• Mewujudkan pemerataan ekonomi
• Menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi
Baca juga : Peran Indonesia Dalam Mendukung Korban Konflik Gaza
• Mendorong perlindungan sosial berbasis nilai
Peran APBN dan Fiskal
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, lewat kebijakan fiskal, APBN telah digunakan sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi syariah.
Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan, antara lain:
• Penerbitan sukuk negara untuk membiayai proyek strategis dan sosial
• Perluasan pembiayaan syariah untuk UMKM
• Pengembangan wakaf produktif dan zakat berbasis digital
Baca juga : Kopdes Merah Putih Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional Di Tengah Dinamika Global
Sri Mulyani yakin, ruang tumbuh ekonomi syariah masih sangat luas—asal didukung ekosistem yang kondusif dan sinergi semua pihak.
Momentum Emas Menuju Indonesia Emas 2045
Jika tren positif ini terus dijaga dan dikembangkan, ekonomi syariah bisa menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045: negara maju, adil, dan sejahtera. Ekonomi syariah bukan sekadar instrumen keuangan, tapi filosofi yang menempatkan manusia, moral, dan maslahat sebagai inti pembangunan. Ia menjawab kebutuhan zaman akan sistem ekonomi yang lebih beretika dan berkeadilan.
Kini, pertanyaannya tinggal satu: apakah kita siap menjadikan ekonomi syariah sebagai wajah baru Indonesia di kancah global? Perjalanan masih panjang, tapi langkah besar telah dimulai. Dari kampung ke kota, dari pesantren ke pasar, dari kebijakan hingga digitalisasi—ekonomi syariah telah bangkit. Tinggal bagaimana kita semua ikut menguatkannya. Karena sejatinya, ekonomi syariah adalah milik kita bersama.
🔗 Dikutif dari Sekretariat Negara RI
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.