BREAKING NEWS
 

Redam Kenaikan Harga

Pemerintah Gelontorkan 250 Ribu Ton Beras Murah

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Senin, 9 Juni 2025 08:00 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. (Foto: Dok. Bapanas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Naiknya harga beras di saat stoknya melimpah, tidak dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah langsung gelontorkan 250 ribu ton beras murah ke masyarakat untuk meredam kenaikan harga beras yang cukup tinggi di pasaran.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, upaya intervensi ini dilakukan pada Juni dan Juli 2025. Selain beras murah atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan.

“SPHP disiapkan 1,5 juta ton setahun, disalurkan 250 ribu ton (Juni-Juli). Sebelumnya, Januari-Februari 2025, 181 ribu ton,” terang Arief di Jakarta, Minggu (8/6/2025).

Teknisnya, beras murah ini digelontorkan bersamaan dengan bantuan pangan. Hanya saja, Pemerintah akan memprioritaskan penyaluran beras murah ke daerah yang kenaikan harganya tergolong tinggi.

Baca juga : Golkar Puji Kerja Bahlil

Beras SPHP akan digelontorkan ke pasar tradisional dan ritel modern sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium Rp 12.500 per kilogram (kg). Beras ini biasa dijual dengan kemasan 5 kg seharga Rp 62 ribu.

Berdasarkan Panel Harga Bapanas periode 7-8 Juni, harga beras medium secara nasional masih tinggi. Disparitas harga terhadap HET tembus 11,14 persen dengan harga rata-rata Rp 13.893 per kg.

Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi memiliki HET beras Rp 12.500 per kg. Faktanya harga rata-rata beras di zona ini mencapai Rp 13.374 per kg, atau 6,99 persen di atas HET.

Zona 2 meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan memiliki HET beras Rp 13.100 per kg. Namun, rata-rata harga di zona ini mencapai Rp 14.190 per kg, atau 8,32 persen di atas HET.

Baca juga : Bantu Korban Kebakaran Kapuk Muara, Pemprov Jakarta Gercep

Di Zona 3, kondisinya lebih parah. Zona yang meliputi Maluku dan Papua ini memiliki HET beras Rp 13.500 per kg. Faktanya, rata-rata harga beras di dua provinsi ini melonjak hingga Rp 15.842 per kg, atau 17,35 persen di atas HET.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimis harga beras di pasar akan turun seiring digelontorkannya beras murah. Namun, penyaluran hanya dilakukan di daerah yang mengalami kenaikan harga. “Di daerah yang terjadi inflasi, maka beras akan diintervensi di sana. Tapi yang daerah rendah jangan dong, terpuruk nanti,” ujar Amran.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) berada di level 106,51 pada April 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 108,95.

Dengan fenomena ini, Amran berharap penyaluran beras murah harus tepat sasaran. Jangan sampai malah merugikan petani. “Artinya produksi banyak. Ini juga menunjukkan bahwa produksi di lapangan masih tinggi,” kata Amran.

Adsense

Baca juga : Golkar Kritik Slogan Pasangan Lucky-Sae

Sebelumnya, Amran sempat mengeluhkan soal fenomena di lapangan bahwa harga beras mahal disaat produksi sedang surplus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense