BREAKING NEWS
 

Perjanjian IEU-CEPA Bakal Diteken September 2025

RI Perluas Pasar Ekspor Dan Tarik Investasi Hijau

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 16 Juli 2025 07:00 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ­(BKPM) Rosan Perkasa Roeslani

RM.id  Rakyat Merdeka - Perjanjian dagang Indonesia–Uni Eropa bakal diteken September 2025. Kesepakatan ini diyakini bakal memperluas ekspor, menarik investasi hijau dan memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global.

Pemerintah memastikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) akan ditandatangani pada September 2025. Langkah ini diyakini bakal menggandakan nilai perdagangan dengan Eropa, dari 30 miliar dolar AS menjadi 60 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 977,4 triliun.

“Menurut kami ini langkah yang sangat positif. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global, IEU-CEPA akan membuka pasar baru dan mendiversifikasi mitra dagang kita,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ­(BKPM) Rosan Perkasa Roeslani di ­Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Perjanjian ini akan membuka akses pasar ke 27 negara Uni Eropa sekaligus memperbesar peluang investasi asing.

Rosan menyebut, selama ini investasi Eropa di Indonesia masih didominasi Belanda. Namun kini, perusahaan asal Prancis seperti L’Oréal juga mulai memperluas ekspansi.

Baca juga : MBS Setujui Pembangunan Kampung Haji Indonesia

“Dengan CEPA, kami berharap lebih banyak investasi serupa masuk,” ujarnya.

Perjanjian juga diharapkan bisa segera diratifikasi agar manfaatnya cepat terasa.

Combining populasi dengan Uni Eropa jumlahnya lebih dari 700 juta manusia. Jadi, tentunya ini suatu hal yang sangat-sangat positif,” tegas Rosan.

Sambutan positif datang dari pelaku usaha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya ­Bakrie mengatakan, rampungnya ­perundingan IEU-CEPA sebagai pencapaian penting.

Adsense

Pada 2024, nilai perdagangan Indonesia dan Uni Eropa mencapai 30,1 miliar dolar AS setara dengan Rp 490,63 triliun (kurs Rp 16.300 per dolar AS). Terdiri dari ekspor UE ke Indonesia sebesar 9,7 miliar euro dan impor UE dari Indo­nesia sebesar 17,5 miliar euro.

Baca juga : Hadiri Bastille Day Di Paris, Prabowo Dihormati Macron

“Ini breakthrough dalam sejarah perdagangan internasio­nal kita. Proses negosiasi ini memakan waktu hampir satu dekade, dan hasilnya akan membawa dampak signifikan,” kata Anindya.

Dia optimistis, tren pening­katan perdagangan akan meng­ikuti jejak Vietnam yang melonjak dari 56 miliar euro, menjadi 67 miliar euro setelah CEPA dengan Uni Eropa berlaku.

Ketua Kadin Kali­mantan Barat Arya Rizqi Darsono menilai, IEU-CEPA membuka peluang strategis bagi perluasan ekspor sekaligus percepatan transformasi industri.

“Kesepakatan perjanjian IEU-CEPA juga akan menarik investasi hijau dari Uni Eropa dan mendorong transformasi industri nasional berbasis nilai tambah,” kata Rizqi kepada Rakyat Merdeka, Selasa (15/7/2025).

Menurut Rizqi, IEU-CEPA akan memberi akses preferensial ke pasar Eropa, menurunkan tarif ekspor, mempercepat alih teknologi dan menaikkan standar industri nasional.

Baca juga : Kejagung Rencanakan Pemanggilan MRC

“Secara geopolitik, ­IEU-CEPA juga memperkuat posisi Indo­nesia dalam rantai pasok global yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dia berharap, Pemerintah memberikan pendampingan ­teknis kepada pelaku ­Usaha ­Mikro Kecil Menengah ­(UMKM), serta melibatkan Kadin daerah, agar manfaat ­perjanjian ini bisa dirasakan merata. Termasuk di Kalimantan Barat.

Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Riandy Laksono menilai, Indo­nesia bisa untung besar dari IEU-CEPA jika ada fleksibilitas dalam aturan asal barang (Rules Of Origin/ROO).

“IEU-CEPA akan mem­bantu levelling the playing field (menye­tarakan kondisi per­saingan) dengan negara-negara yang selama ini sudah mendapatkan akses khusus ke Uni Eropa, seperti negara-negara Afrika,” ujar Riandy. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense