BREAKING NEWS
 

Kalau Jadi Merger

Industri Asuransi BUMN Bakal Lebih Besar Dan Kuat

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 25 Juli 2025 07:05 WIB
Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re Benny Waworuntu. (Foto: Instagram/indonesiare)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsolidasi beberapa perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki potensi bisnis bisa berkembang cepat. Sebab, saat ini masing-masing perusahaan memiliki keunggulan berbeda, yang jika dipadukan dapat saling mengisi dan menjadi kekuatan baru.

Kemenerian BUMN su­dah memberikan sinyal bakal melakukan konsolidasi beberapa perusahaan asuransi. Ter­masuk merger tiga industri reasuransi BUMN di dalamnya, yang dilakukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re Benny Waworuntu menjelas­kan, saat ini skema tersebut masih dalam tahap diskusi.

“Itu sedang dibahas, jadi de­tailnya belum tahu. Nanti kalau ada, saya share,” kata Benny dalam acara Indonesia Re Inter­national Conference (IIC) 2025 di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Baca juga : Kemendag Dukung UMKM Lewat Lisensi Dan Waralaba

Benny menuturkan, proses konsolidasi industri reasuransi BUMN ini perlu dilakukan dengan hati-hati, karena terdapat beberapa hal yang perlu diper­timbangkan. Seperti proses bisnis ke depannya, teknologi, hingga Sumber Daya Manusia (SDM).

“Memang tidak gampang. Harus-harus hati-hati karena (konsolidasi) tidak akan terjadi dalam satu malam, semua bu­tuh proses,” kata Benny.

Dia mengatakan, konsolidasi industri reasuransi BUMN oleh Danantara, sebagai pemegang saham, diharapkan menjadi me­sin penggerak baru untuk men­dorong pertumbuhan ekonomi.

Sebagai informasi, terdapat tiga perusahaan reasuransi BUMN, yakni Indonesia Re, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), PT Reasuransi Nasional Indonesia (NasionalRe).

Baca juga : Sosialisasi Bebas Bayar PBB Harus Digencarkan

Sementara, Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Delil Khaiat mengatakan, pihaknya meli­hat potensi dari penggabungan ketiga perusahaan reasuransi pelat merah tersebut.

Delil meyakini, dampak konsolidasi besar-besaran perusahaan asuransi BUMN akan memperkuat perannya di industri asuransi.

Sebab, saat ini jumlah pemain yang berasal dari ekosistem BUMN banyak, namun kebanyakan berukuran kecil.

“Dengan konsolidasi ini, ber­harap tidak terlalu banyak players. Sedikit, tapi semua kuat. Capital-nya juga kuat,” ujarnya.

Adsense

Baca juga : Nathalie Holscher, Video Parodi Hamil Berujung Black List

Dihubungi terpisah, pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai, usulan merger industri asuransi BUMN oleh Danantara, memi­liki dampak positif dan negatif bagi industri.

“Aksi merger akan membuat industri asuransi menjadi lebih besar dan kuat,” ujar Irvan ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense