Dark/Light Mode

Marah Karena Mafia Beras Oplosan, Prabowo: Saya Mendidih

Kamis, 24 Juli 2025 08:10 WIB
Presiden Prabowo beri wejangan di Puncak Harlah ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC) Rabu (23/7/2025). (Foto: YouTube/DPP PKB)
Presiden Prabowo beri wejangan di Puncak Harlah ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC) Rabu (23/7/2025). (Foto: YouTube/DPP PKB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto kembali menumpahkan kekesalannya soal kasus beras dioplos. Saat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-27 PKB, Rabu (23/7/2025), Presiden mengaku mendidih atas praktik curang yang bikin negara rugi Rp 100 triliun tiap tahunnya. Kata Presiden, “Ini sudah keterlaluan. Harus dipidana.”

Prabowo tiba di lokasi Harlah PKB di Jakarta Convention Center (JCC) pukul 19.24 WIB, didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka. Keduanya disambut hangat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dan elite partai Koalisi Indonesia Maju, termasuk Puan Maharani dari PDIP. Sorak kader langsung menyambut, “Hidup Pak Prabowo!”

Prabowo duduk di barisan depan bersama Gibran, Cak Imin, dan Ketua Dewan Syuro PKB yang juga Wakil Presiden RI ke-13, Kiai Ma’ruf Amin.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan mengheningkan cipta. Aura nasionalisme menyelimuti ruangan, sebelum Prabowo naik panggung.

Baca juga : 5 Bulan Kantongi Pendanaan Rp 277 T, Danantara Bayi Ajaib

Prabowo mengawali pidato dengan gaya kalem, memuji PKB dan NU sebagai penjaga stabilitas nasional dan pengusung Islam Rahmatan Lil Alamin. “Saya nyaman di tengah NU, dulu dekat sekali dengan Gus Dur,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Suasana berubah begitu Prabowo mengangkat topik ekonomi. Ia menyoroti makin langkanya nilai-nilai Pasal 33 UUD 1945 dalam kebijakan nasional. “Ini senjata pamungkas kita, bukan hiasan dinding,” tegasnya.

Dengan nada meninggi, Prabowo menyorot langsung ke praktik beras oplosan. Ia menyebut, ada permainan jahat dalam distribusi beras. Beras biasa dikemas ulang, dijual sebagai beras premium, dan negara tekor besar.

“Saya dapat laporan, satu tahun saja negara bisa rugi Rp 100 triliun. Dalam lima tahun? Seribu triliun! Ini rampokan besar-besaran. Bagaimana saya tidak mendidih,” ujarnya lantang.

Baca juga : Diumumkan KPK, Harta Presiden Rp 2 Triliun

Mantan Danjen Kopassus itu, memastikan tak akan tinggal diam dengan praktik curang tersebut. Ia sudah menginstruksikan Kapolri dan Jaksa Agung untuk membongkar tuntas mafia pangan.

“Ini sudah pidana. Sita semua asetnya! Ini bukan kehendak Prabowo, tapi perintah UUD 1945!” tukasnya.

Bulan hanya soal beras, Kepala Negara juga dibuat jengkel dengan kasus kelangkaan minyak goreng. Presiden mengaku heran, Indonesia sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, tapi minyak goreng malah langka.

Menurut Presiden, kelangkaan itu terjadi tak lain dari pengusaha-pengusaha nakal yang cuma memikirkan untung doang. “Ini menurut saya kurang ajar,” semprot Menteri Pertahanan periode 2019-2024.

Baca juga : Menko Polkam: Pemerintah All Out Padamkan Karhutla, Pelaku Akan Ditindak Tegas

Di akhir pidato, Prabowo mengaku tak gentar melawan para pengusaha nakal yang dijulukinya sebagai “serakahnomics”. Menurutnya, dukungan Nahdlatul Ulama, para kiai, hingga buruh, menjadi suntikan keberanian.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.