RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas. Salah satunya melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi, Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Program besutan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini diharapkan bisa memaksimalkan potensi ekspor produk unggulan wong cilik.
“Program UMKM BISA Ekspor menawarkan kesempatan peningkatan kapasitas. Kami berharap, para pelaku UMKM dapat memanfaatkannya,” harap Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat berdialog dengan 30 pelaku UMKM di Denpasar, Bali, seperti dikutip Rabu (30/7/2025).
UMKM yang hadir merupakan binaan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI), Indonesia Design Development Center (IDDC) dan Export Center Surabaya.
Baca juga : Satgas Mestinya Rajin Patroli Dan Kasih Edukasi
“Produk UMKM Bali sangat berpotensi diekspor. Untuk semakin meningkatkan daya saing produk-produk potensial asal Bali ini, kita perlu memperkuat standardisasi, peningkatan kualitas, pengemasan yang baik dan manajemen yang siap ekspor,” ujar Budi.
Menurutnya, UMKM perlu meningkatkan kapasitas dari dua sisi. Yakni kualitas produk (resource-based) dan strategi pemasaran berbasis pasar (market-based) agar bisa menjangkau pasar luar negeri.
Budi memastikan Kemendag siap memfasilitasi UMKM menjalin kontak dengan calon pembeli (buyer) di luar negeri melalui kegiatan penjajakan kerja sama bisnis (business matching).
Baca juga : Dea Annisa, Pasrah Dipanggil Dea Imut
Sebelumnya, perwakilan perdagangan akan melakukan kurasi terhadap produk yang ditampilkan agar sesuai dengan kebutuhan buyer.
“Kami memiliki 46 perwakilan perdagangan di 33 negara yang meliputi Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Mereka siap membantu UMKM yang sudah dikurasi untuk presentasi langsung dan memfasilitasi pertemuan dengan calon buyer,” jelasnya.
Selama paruh pertama tahun 2025, UMKM BISA Ekspor telah memfasilitasi 356 kegiatan business matching, 241 sesi presentasi peluang bisnis (pitching), dan 115 pertemuan langsung dengan buyer dari 33 negara mitra dagang. Sebanyak 609 UMKM mengikuti program tersebut dengan nilai transaksi ekspor mencapai 87,04 juta dolar AS, atau sekitar Rp 1,3 triliun.
Baca juga : Disikat Polri dan Kejagung, Pengoplos Beras Kena Batunya
Budi yakin angka tersebut masih bisa ditingkatkan. Termasuk dari kontribusi UMKM Bali. Produk perhiasan perak disebutnya sebagai salah satu unggulan yang sangat berpeluang menembus pasar luar negeri.
“Pasar produk perak kita bagus, tidak hanya ke Amerika Serikat. Tetapi juga pasar Eropa. Setelah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) rampung, produk kita bisa mendapatkan tarif 0 untuk pasar Eropa,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.