BREAKING NEWS
 

Tingkatkan Kapasitas Agar Naik Kelas

Program UMKM BISA Ekspor Fasilitasi Produk Wong Cilik

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Kamis, 31 Juli 2025 07:00 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melihat proses pembuatan eco enzyme saat aksi bersih pasar tradisional di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Selasa (29/7/2025). (Foto: Dok. Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas. Salah satunya melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi, Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Program besutan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini diharapkan bisa memaksi­malkan potensi ekspor produk unggulan wong cilik.

“Program UMKM BISA Ekspor menawarkan kesempa­tan peningkatan kapasitas. Kami berharap, para pelaku UMKM dapat memanfaatkannya,” harap Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat berdialog dengan 30 pelaku UMKM di Denpasar, Bali, seperti dikutip Rabu (30/7/2025).

UMKM yang hadir merupakan binaan Himpunan Pengusa­ha Pribumi Indonesia (HPPI), Indonesia Design Development Center (IDDC) dan Export Cen­ter Surabaya.

Baca juga : Satgas Mestinya Rajin Patroli Dan Kasih Edukasi

“Produk UMKM Bali sangat berpotensi diekspor. Untuk se­makin meningkatkan daya saing produk-produk potensial asal Bali ini, kita perlu memperkuat standardisasi, peningkatan kuali­tas, pengemasan yang baik dan manajemen yang siap ekspor,” ujar Budi.

Menurutnya, UMKM perlu meningkatkan kapasitas dari dua sisi. Yakni kualitas produk (resource-based) dan strategi pemasaran berbasis pasar (mar­ket-based) agar bisa menjangkau pasar luar negeri.

Budi memastikan Kemendag siap memfasilitasi UMKM menjalin kontak dengan calon pembeli (buyer) di luar negeri melalui kegiatan penjajakan kerja sama bisnis (business matching).

Baca juga : Dea Annisa, Pasrah Dipanggil Dea Imut

Sebelumnya, perwakilan perdagangan akan melakukan kurasi terhadap produk yang ditampilkan agar sesuai dengan kebutuhan buyer.

“Kami memiliki 46 perwakilan perdagangan di 33 negara yang meliputi Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Mereka siap membantu UMKM yang sudah dikurasi untuk presen­tasi langsung dan memfasilitasi pertemuan dengan calon buyer,” jelasnya.

Selama paruh pertama tahun 2025, UMKM BISA Ekspor telah memfasilitasi 356 kegiatan business matching, 241 sesi presentasi peluang bisnis (pitching), dan 115 pertemuan langsung dengan buyer dari 33 negara mitra dagang. Sebanyak 609 UMKM mengikuti program tersebut dengan nilai transaksi ekspor mencapai 87,04 juta dolar AS, atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Baca juga : Disikat Polri dan Kejagung, Pengoplos Beras Kena Batunya

Budi yakin angka tersebut ma­sih bisa ditingkatkan. Termasuk dari kontribusi UMKM Bali. Produk perhiasan perak disebut­nya sebagai salah satu unggulan yang sangat berpeluang menem­bus pasar luar negeri.

Adsense

“Pasar produk perak kita ba­gus, tidak hanya ke Amerika Serikat. Tetapi juga pasar Eropa. Setelah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) rampung, produk kita bisa mendapatkan tarif 0 untuk pasar Eropa,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense