Sebelumnya
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menegaskan, UMKM dan wirausaha berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Mereka adalah shock absorber, economic engine, dan future builders,” ungkap Shinta.
Menurut Shinta, Indonesia saat ini memiliki 66 juta UMKM. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, salah satunya keterhubungan dengan rantai pasok.
Baca juga : Satgas Mestinya Rajin Patroli Dan Kasih Edukasi
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), hanya 7 persen UMKM yang terhubung dengan rantai pasok domestik, dan hanya 4 persen yang berhasil menembus rantai pasok global.
“Angka ini masih jauh dibandingkan Vietnam yang mencapai 20 persen,” sebutnya.
Kontribusi ekspor UMKM juga masih terbatas, yakni 15,7 persen. Angka ini terpaut jauh dari Thailand yang sudah mencapai 29 persen.
Baca juga : Dea Annisa, Pasrah Dipanggil Dea Imut
Menurut Shinta, hasil survei Apindo terhadap 2.000 pengusaha menunjukkan, 51 persen UMKM menghadapi kendala dalam mengakses pembiayaan karena proses birokrasi, bunga pinjaman tinggi, hingga persepsi risiko.
Lebih dari 80 persen UMKM masih mengandalkan dana pribadi untuk menjalankan usahanya.
“Sebanyak 35 persen pengusaha UMKM juga mengungkapkan kesulitan dalam pemasaran dan promosi. Hanya 9 persen yang memiliki akses terhadap teknologi,” ungkapnya.
Baca juga : Disikat Polri dan Kejagung, Pengoplos Beras Kena Batunya
Shinta meminta Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM mencarikan solusi dari berbagai tantangan tersebut. Menurutnya, tantangan itu justru harus dijadikan pemicu untuk membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.