RM.id Rakyat Merdeka - Gerimis baru saja berhenti ketika deretan motor listrik berjejer rapi di halaman Kantor Pusat PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Jakarta. Helm terpasang, jaket dikancing rapat, dan jemari para direksi bersiap di tombol klakson.
Begitu bunyi nyaring terdengar bersamaan, Green Move pun resmi dimulai. Senin siang (11/8) itu, cuaca di Jakarta seperti ingin menguji komitmen hijau dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hujan gerimis sempat membasahi aspal halaman Kantor Pusat PNM, membuat undangan berlindung di kantor PNM. Namun, langit segera memberi celah.
Beberapa menit kemudian, air berhenti menetes, meninggalkan aroma tanah basah yang memadukan nuansa sejuk dengan semangat siang hari.
Di tengah suasana itu, PLN Icon Plus dan PNM menggelar seremoni Flag Off kendaraan listrik bertajuk PNM Green Move: Empower the Future. Tidak sekadar seremoni, acara ini menjadi simbol komitmen kedua perusahaan mendukung transisi energi bersih dan target pemerintah mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Baca juga : Uang Rusak Disulap Jadi Listrik, PLTU Labuhan Angin Hadirkan Energi Hijau
Deretan direksi hadir lengkap. Dari PNM: Kindaris (Direktur Bisnis), Wisnandi Habang (EVP Bisnis), Razag Manan Ahmad (EVP Pengembangan Jasa Manajemen), dan Rahfie Syaefulshaaf (Direktur Utama PNM VC).
Dari PLN Icon Plus: Joyce Lanny Wantania (Direktur Niaga dan Pemasaran), Yan Alfino Simanjuntak (VP Management Penjualan Telekomunikasi, Logistik, dan Layanan), Heni Utari Ambarwati (Corporate Secretary), serta Pria Anantadi (VP Pengembangan Bisnis Solusi Inovatif).
Kindaris menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari arah strategi PNM.
“Ini bagian strategi perusahaan menuju energi hijau. Ada tiga hal yang menjadi kekuatan: sisi informasi, struktur hijau, dan rendah karbon. Kita harus mengikuti tren, semua serba hijau,” katanya.
Armada EV ini, tambahnya, akan digunakan untuk kegiatan operasional, terutama pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga : PLN EPI Pastikan Keandalan Listrik Selama Ramadan, Pasokan Energi Primer Aman
“Penggunaan kendaraan listrik bukan hanya tren, tetapi kebutuhan strategis untuk masa depan yang lebih hijau.” tutur Joyce Lanny Wantania, Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus.
Joyce membuka sambutan dengan pantun dan nada optimistis. Kolaborasi ini, kata dia, akan memperluas penerapan teknologi ramah lingkungan di sektor BUMN.
Usai sambutan, semua mata tertuju pada deretan motor listrik yang sudah siap meluncur. Kindaris yang sedari awal tak sabar ingin menjajal motor listrik dan tersenyum lebar.
“Hujan berhenti, saya nggak sabar ingin nyoba motor listrik itu," kata Kindaris.
Bersama direksi lain, ia menyalakan motor, lalu menekan klakson bersamaan—bunyi yang menandai motor siap digas. Perlahan, deretan kendaraan itu meluncur mengitari jalanan sekitar kantor. Tak ada raungan mesin, hanya suara ban yang bersentuhan dengan aspal basah.
Baca juga : Sepeda Motor Listrik Buatan Indonesia Unjuk Gigi Di Sydney
Acara puncak ditandai dengan penyerahan simbolis kunci kendaraan listrik dari PLN Icon Plus kepada PNM, dilanjutkan penandatanganan nota kesepahaman antara Kindaris dan Joyce, lalu saling bertukar plakat.
Prosesi ini disempurnakan dengan safety riding motor listrik oleh tim PLN Icon Plus, disaksikan oleh jajaran direksi dan undangan.
Di balik seremoni ini, ada visi yang ingin diwujudkan: kendaraan listrik tak lagi sekadar pajangan atau proyek percontohan, tapi benar-benar menjadi bagian operasional harian.
Langkah kecil di halaman kantor PNM itu diharapkan menjadi awal gelombang besar perubahan menuju transportasi yang lebih bersih dan masa depan yang lebih lestari.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.