BREAKING NEWS
 

Airlangga: Pemerintah Gaspol Kembangkan Ekonomi Digital

AI Jadi Game Changer Dan Mesin Cuan Baru

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Jumat, 26 September 2025 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan Keynote Speech dalam acara KAGAMA Leader Forum di Jakarta, Rabu (24/9/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melakukan transformasi ekonomi digital. Kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) digadang-gadang menjadi mesin cuan baru, sekaligus senjata untuk mendongkrak daya saing Indonesia di G20 (Group of Twenty) pada 2045.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, peran strategis AI untuk meningkatkan daya saing Indonesia. “AI itu akan menjadi game changer. 

AI yang akan membawa Indonesia dari sekarang negara 16 terbesar di G20, menuju negara 4 besar di G20 tahun 2045,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/9/2025). 

Menurut Airlangga, Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Antara lain melalui paket kebijakan ekonomi terbaru (8+4+5), mencakup digitalisasi dan program pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi. 

Baca juga : Ngantuk, Panik Dan Salah Jalur Jadi Faktor Pemicu

Program pemagangan ini dirancang enam bulan dengan dukungan honor dari Pemerintah, menargetkan 20.000 peserta pada tahap awal. 

Selain itu, Pemerintah mempercepat pembangunan AI Data Center di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa, mengembangkan paket gig economy di 15 kota, serta memperluas akses digital melalui Low Earth Orbit (LEO) Satellite. 

Dengan satelit ini, sekitar 100 ribu masyarakat di daerah sulit dijangkau kini dapat mengakses internet berkecepatan tinggi. 

Adsense

Di tingkat global, Indonesia memimpin penyusunan ASEAN Digital Economic Framework Agreement (DEFA) serta menandatangani Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEUCEPA) untuk pertama kalinya mencakup klaster digital. 

Baca juga : Penyuap Eks Sekretaris MA Ditangkap Dan Ditahan KPK

“Kerja sama tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi digital regional maupun global,” kata Airlangga. 

Mantan anggota DPR ini juga menekankan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) digital. Indonesia menargetkan mencetak 10,7 juta talenta digital hingga 2030. 

Chairperson International Federation of Freight Forwarders Associations (FIATA) Yukki Nug rahawan Hanafi mengatakan, pemanfaatan AI kini menjadi keniscayaan. Termasuk dalam sektor logistik dan rantai pasok nasional. 

Yukki mengutip laporan lembaga riset Gitnux 2025, yang menunjukkan pemanfaatan AI telah meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional. 

Baca juga : Partai Perdana Liga Europa, Serigala Terkam Nice

“Perusahaan di Indonesia harus segera adaptif terhadap AI. Termasuk mempersiapkan kapasitas SDM-nya. AI dapat menjadi game changer untuk mengakselerasi daya saing sektor logistik rantai pasok nasional,” jelasnya. 

Menurut Yukki, adopsi AI dalam logistik perlu diperkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah dan pelaku usaha. Para pelaku usaha sektor logistik kelas global sudah mengintegrasikan penggunaan AI dalam operasi usaha mereka, khususnya menjadikan proses bisnis lebih cepat dan efisien. 

“Hal ini menjadi indikasi bahwa peran AI tidak terhindarkan bagi dunia usaha,” pungkasnya. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense