RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia-Uni Eropa menyepakati Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dengan menghapus 98 persen tarif, membuka peluang ekspor, investasi dan lapangan kerja baru bagi ekonomi nasional.
Indonesia-Uni Eropa akhirnya menuntaskan substansi perundingan IEU-CEPA di Bali, Selasa (23/9/2025). Kesepakatan strategis yang sudah lama dinegosiasikan itu rampung. Kedua negara membuka lembaran baru kerja sama ekonomi.
Bagi Indonesia, perjanjian dagang ini ibarat pintu raksasa menuju pasar Eropa. Lebih dari 98 persen pos tarif dihapus, mencakup hampir 99 persen nilai impor. Artinya, mayoritas produk Indonesia bisa masuk pasar Uni Eropa dengan bea masuk 0 persen.
Baca juga : Beras Premium Mahal, Warga Pilih Yang Medium
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, momentum ini sebagai langkah besar bagi Indonesia memperluas pasar, meningkatkan ekspor dan menarik investasi.
“Setelah perjanjian berlaku, produk-produk Indonesia akan langsung menikmati tarif 0 persen di hampir 90 persen pasar Uni Eropa, dengan penurunan lebih lanjut di fase berikutnya,” ujar Airlangga, Rabu (24/9/2025).
Dia mencontohkan, komoditas unggulan seperti minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO), kopi, tekstil, furnitur, alas kaki, perikanan, hingga hasil kehutanan akan mendapat keuntungan langsung. Bahkan produk berteknologi tinggi seperti perangkat telekomunikasi juga punya peluang besar.
Baca juga : Anulir Vonis Lepas, MA Nyatakan 3 Korporasi Korupsi Ekspor CPO Migor
“IEU-CEPA akan memberikan kepastian regulasi, mendorong alih teknologi, serta memperkuat integrasi Indonesia ke dalam rantai pasok global. Termasuk untuk mineral kritis,” jelasnya.
Manfaat lain dari kesepakatan ini adalah terbukanya lapangan kerja baru. Airlangga optimistis, dengan arus investasi yang lebih deras dari Uni Eropa, jutaan tenaga kerja Indonesia akan terserap.
Pihak Uni Eropa pun melihat kesepakatan ini sebagai peluang emas. Komisaris Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Maros Sefcovic mengatakan, perjanjian ini akan mendorong pertumbuhan di sektor kunci.
Baca juga : AC Milan Vs Napoli, Peluang Sundul Puncak Klasemen
“Dengan menghapuskan lebih dari 98 persen tarif, perjanjian ini akan mendorong pertumbuhan di sektor-sektor utama. Mulai dari kelapa sawit, tekstil, dan industri alas kaki Indonesia hingga sektor pertanian dan otomotif Uni Eropa,” kata Sefcovic.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.