Sebelumnya
Dia juga menekankan pentingnya diversifikasi rantai pasok global, khususnya untuk bahan baku penting (critical raw materials), yang makin dibutuhkan di era transisi energi dan industri berkelanjutan.
Namun, jalan ke depan tidak sepenuhnya mulus. Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengingatkan Pemerintah tidak terlena dengan tarif rendah semata.
“Keringanan tarif impor hanya memberikan pintu masuk. Jika kita tidak bisa memenuhi standar teknis, kualitas produk dan isu keberlanjutan, maka peluang ini tidak akan maksimal,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (26/9/2025).
Baca juga : Beras Premium Mahal, Warga Pilih Yang Medium
Huda menyoroti isu deforestasi dalam produk sawit yang harus segera diselesaikan, agar tidak menjadi hambatan non-tarif.
“Kalau tidak segera diatasi, ekspor sawit justru bisa terhambat meski bea masuk sudah dilonggarkan,” katanya.
Meski begitu, dia tetap melihat prospek IEU-CEPA sangat strategis. Selama ini, perdagangan dengan Uni Eropa relatif menguntungkan karena Indonesia mencatatkan surplus, berbeda dengan hubungan dagang dengan China yang cenderung defisit.
Baca juga : Anulir Vonis Lepas, MA Nyatakan 3 Korporasi Korupsi Ekspor CPO Migor
Dengan demikian, IEU-CEPA dapat menjadi momentum untuk memperlancar aliran barang ke pasar non-tradisional, memperkuat basis ekspor, sekaligus memperluas ruang pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dzulfian Syafrian menambahkan, kesepakatan ini juga membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk masuk ke Eropa.
Kata dia, pasar tenaga kerja di Uni Eropa sangat menjanjikan bagi pekerja Indonesia. Uni Eropa membutuhkan banyak anak muda produktif untuk mengisi beberapa sektor tenaga kerja karena masyarakat mereka mulai menua, aging population.
Baca juga : AC Milan Vs Napoli, Peluang Sundul Puncak Klasemen
“Sedangkan ekonomi mereka butuh di-support. Nah, itu yang harus kita tangkap,” ujar Dzulfian. [NOV/DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.