RM.id Rakyat Merdeka - Sore di Kedai Kopi Teman Istimewa selalu disambut aroma arabika yang pekat, namun sunyi. Bukan tanpa suara, tetapi lebih dominan bahasa isyarat.
Di balik counter kayu, delapan pemuda-pemudi tuna rungu (Teman Tuli) bergerak cekatan meracik pesanan. Senyum adalah bahasa universal yang mereka sajikan bersama kopi.
Kedai ini bukan sekadar unit bisnis, melainkan denyut jantung dari Program PERINTIS (Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa) yang digagas PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Program ini hadir untuk memecah isolasi Teman Tuli yang selama ini terkendala akses pendidikan, ruang berekspresi, dan lapangan kerja.
Sebelumnya, kelompok disabilitas tuna rungu kerap berada di ruang eksklusif dan terpinggirkan. Namun melalui Kedai Kopi Teman Istimewa, yang juga berfungsi sebagai collaboration hub, mereka kini dihadirkan sebagai subjek, bukan objek.
Stigma pun berangsur terkikis, menciptakan kohesi sosial antara masyarakat disabilitas dan non-disabilitas.
Inovasi dari Jelantah, Memutar Roda Ekonomi
Kekuatan utama program PERINTIS yang membuatnya relevan dengan semangat Energizing Indonesia adalah kemampuannya menyinergikan pilar sosial dengan pilar lingkungan berkelanjutan melalui inovasi energi sirkular.
Baca juga : Pertamina Dan Kemenko Pangan Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan
Kelompok Teman Tuli, yang kini telah menguasai keahlian sebagai barista dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tidak hanya berfokus pada penjualan kopi.
Mereka juga terlibat dalam pengelolaan limbah. Limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan, kini dimanfaatkan secara cerdas.
Minyak jelantah diolah menjadi bahan bakar kompor yang esensial. Kompor bertenaga jelantah ini digunakan untuk melebur tumpukan sampah plastik anorganik.
Dengan proses daur ulang berbasis energi mandiri ini, sampah plastik bertransformasi menjadi produk bernilai jual, seperti furnitur dan plakat kreatif.
Inovasi ini menciptakan siklus tertutup di mana energi terbarukan skala mikro menyokong penciptaan nilai ekonomi.
Dampak lingkungan terukur: program ini berhasil mengurangi tumpukan sampah plastik hingga 4,5 kilogram per bulan.
Inovasi ini bahkan telah menghasilkan satu paten sederhana untuk metode pembuatan plakat daur ulang plastik dari kompor minyak jelantah.
Baca juga : Haidar Alwi: Negara Kuat Kalau Rakyat dan Pemerintah Kompak
Secara ekonomi, program ini berhasil. Kedai kopi dan unit usaha kreatif lainnya mencatatkan peningkatan pendapatan hingga Rp 96 juta per tahun, bagi kelompok yang beranggotakan delapan orang Teman Tuli yang kini memiliki pekerjaan tetap.
Jaminan Kelangsungan dan Komitmen Negara
Keberhasilan holistik ini menarik perhatian banyak pemangku kepentingan. Apresiasi dari pemerintah daerah ditunjukkan melalui penetapan Kampung Ramah Disabilitas di Kelurahan Lemahmekar.
Atas kinerja ini, Pertamina Kilang Balongan dan local champion Sespri Maulana mendapatkan penghargaan sebagai Perusahaan dan Local Champion Winner Bidang Sosial dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Komitmen keberlanjutan program dijamin melalui pendekatan phasing over dan pelembagaan.
Program telah ditransfer ke Yayasan Inovasi Sinergi Istimewa yang telah berbadan hukum. Yayasan ini akan mengelola inkubasi bisnis dan replikasi model pemberdayaan di lokasi lain.
Peta Jalan (Road Map) hingga 2026 mencakup pengembangan Eduwisata Inklusif yang mengintegrasikan kurikulum pertanian berbasis inklusi.
Memastikan program ini terus menyala hingga mencapai exit strategy mandiri, saat kelompok telah mampu bersosialisasi dan sepenuhnya mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.
Baca juga : Mendagri Dorong Pemda & Investor Kolaborasi Wujudkan Energi Sampah
Kedai Kopi Teman Istimewa di Indramayu adalah manifestasi paling humanis dari tema Energizing Indonesia.
Program ini menunjukkan bahwa energi terbesar yang dimiliki bangsa ini adalah kemampuan merangkul setiap potensi, bahkan yang paling sunyi untuk menjadi pilar kemandirian ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dari minyak jelantah yang terbuang, Pertamina Balongan telah menyalakan inspirasi sirkular yang memerdekakan dan menggerakkan roda perekonomian inklusif.
Di tengah keheningan kedai, pesan yang tersampaikan begitu jelas: Inilah energi sejati, energi yang menyala dari kepedulian dan inovasi berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.