BREAKING NEWS
 

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Fondasi Ekonomi Kuat Pertumbuhan Terjaga

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 22 Oktober 2025 06:30 WIB
Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja Kabinet Merah Putih bidang ekonomi di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah berada di jalur yang tepat (on the track). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dinilai berperan penting menjaga arah pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil di tengah tantangan global.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, ketahanan ekonomi Indonesia masih kuat, meski dunia dilanda ketegangan geopolitik, perubahan iklim dan fluktuasi pasar keuangan. 

“Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025 mencapai 5,12 persen year on year (yoy), menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara G20,” ujar Haryo dalam diskusi publik Capaian Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian: Kemajuan Ekonomi Menuju Asta Cita–Sudah Sejauh Apa? di Jakarta, Senin (20/10/2025). 

Baca juga : v

Menurutnya, inflasi terjaga di level 2,65 persen pada September 2025. Termasuk yang terendah di antara negara G20. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.200. 

Realisasi investasi nasional terus menunjukkan tren positif, mencapai Rp 1.434,3 triliun pada triwulan III-2025 atau tumbuh 13,7 persen (yoy) dan menyerap 1,9 juta tenaga kerja. 

Neraca perdagangan pun tetap surplus sebesar 5,49 miliar dolar AS pada Agustus 2025. Ini memperpanjang catatan surplus selama 64 bulan berturut-turut. 

Baca juga : Kasus CPO Migor, Pembayaran Uang Pengganti Masih Kurang Rp 4,4 Triliun

“Minggu lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut Indonesia sebagai bright spot di tengah perlambatan ekonomi global. Ini harus kita syukuri. Pemerintah tidak berhenti di capaian ini. Reformasi dan deregulasi akan terus didorong agar ekonomi tumbuh lebih efisien,” jelas Haryo. 

Selain menjaga stabilitas domestik, Pemerintah juga memperkuat posisi ekonomi di kancah global. Indonesia kini bergabung dengan BRICS (Brazil, Rusia, India, China, South Africa) dan menurunkan tarif resiprokal perdagangan dengan AS dari 32 persen menjadi 19 persen. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maros Sefcovic (kiri) saat menandatangani kesepakatan substantif Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA)Â di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (23/9/2025). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

Kesepakatan kerja sama ekonomi komprehensif seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan Indonesia-Canada CEPA, diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas. 

Baca juga : Real Madrid Vs Juventus, Mbappe Ancam Si Nyonya Tua

Selain itu, kata Haryo, Pemerintah juga menggulirkan Program Paket Ekonomi 8+4+5 yang diproyeksikan mampu menciptakan empat juta lapangan kerja baru. Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi untuk 100.000 lulusan pun dijalankan dengan upah sesuai standar minimum kabupaten/kota. 

Adsense

Stimulus tambahan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) sementara juga diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat. 

Direktur Eksekutif Para meter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, peran Airlangga Hartarto sangat dominan dalam menjaga arah kebijakan ekonomi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense