BREAKING NEWS
 

PGN Sukses Relokasi Pipa Gas Di Karawang Lebih Cepat, Layanan Tetap Aman

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 23 Oktober 2025 09:18 WIB
Foto: PGN

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, melalui Sales Operation Region II (SOR II), berhasil menyelesaikan pekerjaan relokasi jaringan pipa gas bumi berdiameter 16 inci di Jalan Gorowong, Kecamatan Karawang Timur, dengan lebih cepat dari target waktu. Proses relokasi berlangsung aman dan tanpa gangguan terhadap layanan gas bumi bagi pelanggan rumah tangga.

Relokasi ini merupakan bagian dari dukungan PGN terhadap pembangunan Underpass Gorowong, salah satu proyek strategis Pemerintah Kabupaten Karawang yang bertujuan mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Jalur pipa bawah tanah yang terdampak proyek dipindahkan dengan perhitungan teknis presisi agar keselamatan dan kontinuitas pasokan energi tetap terjaga. 

“Kami berhasil menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 60 jam, lebih cepat dari estimasi 80 jam yang direncanakan, dan seluruh proses berjalan lancar tanpa insiden. Semua tahapan dijalankan dengan perencanaan matang, pengawasan ketat, serta koordinasi solid antarinstansi,” ujar Wuriana Irawati, Area Head PGN Karawang, Selasa (22/10/2025).

Baca juga : Proyek Galian Rampung Lebih Cepat, Kemacetan Di Jalan TB Simatupang Berkurang

Selama proses pekerjaan berlangsung, PGN memastikan pasokan gas bumi kepada pelanggan tetap aman dan tidak terganggu. Langkah antisipatif dilakukan melalui dukungan teknis yang kuat, komunikasi yang baik, serta sistem pengawasan intensif di lapangan.

Adsense

Adapun pelanggan di wilayah terdampak proyek yang tetap menerima pasokan gas secara normal mencakup 9.559 pelanggan rumah tangga (RT) dan 7 pelanggan kecil (PK/UMKM). Untuk menjaga keandalan pasokan, PGN menyiapkan sistem back-up CNG (Compressed Natural Gas) yang disuplai oleh PT Gagas Energi Indonesia menggunakan Gas Transport Module (GTM) berkapasitas 10 kaki @800 m³. Selama pekerjaan berdurasi 60–80 jam, kebutuhan gas cadangan mencapai sekitar 10.000 m³, memastikan pasokan tetap stabil bagi seluruh pelanggan RTPK.

“Kami ingin pelanggan tetap merasa aman dan nyaman. Meskipun ada pembangunan besar di sekitar mereka, PGN memastikan layanan gas tetap berjalan normal. Ini bentuk tanggung jawab kami sebagai penyedia energi nasional,” tambah Wuriana.

Baca juga : KNPI: Diplomasi Prabowo Harus Didukung Kekuatan Teknokratis

Sebelum pelaksanaan pekerjaan, PGN juga melakukan sosialisasi langsung kepada pelanggan terdampak, menjelaskan jadwal, durasi, serta langkah antisipasi yang ditempuh selama proses relokasi. Pemantauan harian (daily update) dilakukan untuk memastikan transparansi, efisiensi, dan keselamatan kerja tetap terjaga.

Seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) tertinggi. Tim teknis PGN disiagakan 24 jam selama pekerjaan berlangsung untuk memastikan tidak ada potensi gangguan maupun kebocoran jaringan gas.

Keberhasilan penyelesaian relokasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi di lingkungan Subholding Gas Pertamina, yang melibatkan sinergi antara Divisi OMM dan Tim PGN SOR II (Area Karawang, RSCM, ROGM, dan RSS), dengan dukungan penuh dari PT PGAS Solution dan PT Gagas Energi Indonesia.“Pekerjaan ini mencerminkan semangat kolaborasi PGN SOR II bersama lintas direktorat dan anak perusahaan PGN. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pembangunan dapat berjalan seiring dengan layanan publik yang andal dan berkelanjutan,” tutup Wuriana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense