RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor kesehatan dan pertahanan dalam menghadapi ancaman penyakit.
Menurut dia, kedua sektor memiliki tanggung jawab serupa dalam melindungi masyarakat dari risiko kematian.
“Kementerian Kesehatan maupun Kementerian Pertahanan memiliki tugas untuk melindungi masyarakat dari ancaman kematian. Oleh karena itu, sektor kesehatan dan pertahanan perlu bekerja sama untuk memetakan dan mencegah potensi penyakit yang berkembang di masyarakat,” ujar Budi dalam pembukaan International Military Medicine Symposium and Workshop (IMEDIC) ke-2 di Jakarta, pekan lalu.
Budi menekankan perlunya kewaspadaan terhadap penyakit akibat patogen karena berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. “Jika kita well-prepared dan ada kerja sama yang baik antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan, maka wabah penyakit yang berdampak fatal bagi umat manusia dapat kita tangani dengan baik,” ujarnya.
Baca juga : TKA 2025 Jadi Peluang Siswa SMALB Raih Kesetaraan Pendidikan
IMEDIC 2025 berlangsung pada 22–24 Oktober 2025 di Hotel Aston Kartika, Grogol, Jakarta.
Forum internasional ini mengangkat tema “Biosecurity and Biosafety in Healthcare Services” dengan fokus pada pertukaran pengetahuan, penyajian teknologi inovatif, serta pengembangan strategi kolaboratif untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.
Acara yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan ahli medis militer dunia ini juga dihadiri Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Chairman International Committee of Military Medicine (ICMM) Daniel Tjen, serta mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Prof Tikki Pangestu.
Ketua Panitia Penyelenggara IMEDIC 2025 Dian Andriani mengatakan, forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas inovasi dan strategi di sektor kesehatan serta obat-obatan.
Baca juga : KAI Perkuat Sistem Keselamatan Di Seluruh Moda Transportasi Rel
“Mari kita berbagi ilmu pengetahuan, membangun kemitraan, dan memperbarui komitmen untuk melindungi manusia melalui ilmu pengetahuan, kedisiplinan, dan kasih sayang. Saya perlu mengingatkan, dalam ancaman biologi, kekuatan pertahanan kita ada di kerja sama,” kata Dian.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan IMEDIC 2025.
“Saya ingin berterima kasih terhadap seluruh kontribusi yang telah diberikan terutama dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Perdokmil, partner nasional dan internasional. Saya juga ingin mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada perwakilan kedutaan besar dari Sri Lanka, Malaysia, dan Kanada,” ujarnya.
Dalam sesi paparan, Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai potensi ekonomi sektor obat dan makanan nasional sangat besar, mencapai Rp 6.000 triliun per tahun.
Baca juga : Perlu Kolaborasi Sipil Militer Untuk Hadapi Ancaman Perang Hybrid
“Indonesia memiliki 18.000 jenis obat herbal asli, tertinggi di dunia. BPOM melihat ini sebagai peluang yang menjanjikan untuk dikembangkan menjadi produk medis global,” kata Taruna.
Adapun Prof Tikki Pangestu menegaskan pentingnya penerapan inovasi untuk menghasilkan obat-obatan yang mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat.
“Setidaknya terdapat dua inovasi penting yang baru saya dengar yaitu stem cell therapy dan tobacco harm reduction,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.