Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KAI Perkuat Sistem Keselamatan Di Seluruh Moda Transportasi Rel
Jumat, 31 Oktober 2025 13:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - KAI Group memastikan seluruh sistem dan prosedur penanganan keadaan darurat pada seluruh moda layanan mulai dari Kereta Api Jarak Jauh, LRT Jabodebek, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, hingga Commuter Line telah disusun berdasarkan standar keselamatan nasional dan internasional. Upaya tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pelanggan hingga seluruh proses evakuasi selesai.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa dalam sistem transportasi berbasis rel, keselamatan merupakan nilai utama yang tidak bisa dikompromikan.
“Setiap negara memiliki sistem dan prosedur yang sama dalam menghadapi keadaan darurat. Tujuannya tetap satu, yaitu memastikan pelanggan aman hingga proses evakuasi selesai,” ujar Anne di Jakarta, Jumat (31/10).
Sebagai contoh, LRT Jabodebek telah dilengkapi Platform Screen Door (PSD) di seluruh stasiun, guiding block bagi penyandang disabilitas, serta prosedur evakuasi ketat yang menyesuaikan dengan sistem third rail sebagai penyuplai listrik. Dalam kondisi darurat, aliran listrik dipastikan padam sepenuhnya sebelum proses evakuasi dilakukan melalui walkway menuju stasiun terdekat.
Baca juga : PTPN I Perkuat Strategi Komunikasi Korporat Di Era Digital Dan AI
“Kami tidak menurunkan penumpang ke bawah lintasan karena area di bawah rel layang terdapat kabel tegangan tinggi dan infrastruktur vital yang berisiko tinggi. Evakuasi di atas lintasan lebih aman dan terkontrol,” jelasnya.
Pendekatan serupa juga diterapkan di negara maju seperti Singapura, Jepang, dan Hong Kong yang menggunakan sistem keselamatan berbasis Platform Screen Door, sensor keamanan, serta prosedur evakuasi di atas lintasan.
Pada layanan Commuter Line Jabodetabek, prosedur evakuasi disesuaikan dengan tipe rangkaian. Rangkaian buatan JR (Japan Railways) dilengkapi bangku evakuasi untuk memindahkan pelanggan ke kereta lain, sementara rangkaian CRRC memiliki tangga evakuasi untuk membantu penumpang turun ke area aman bila kondisi lintas memungkinkan.
Untuk Kereta Cepat Whoosh, sistem keselamatan menjadi prioritas utama. Dalam keadaan darurat, penumpang akan diarahkan keluar melalui jalur evakuasi khusus di sisi rel yang dilengkapi pencahayaan darurat, interkom komunikasi ke masinis, dan tangga akses menuju area aman. Standar ini mengikuti High-Speed Rail Safety Standard yang juga diterapkan di Jepang dan Tiongkok.
Baca juga : BNPT Perkuat Sinergi Aparatur Tangkal Terorisme Di Perbatasan Kepri
KAI Group juga menyiapkan fasilitas khusus bagi penumpang disabilitas, lansia, dan pengguna kursi roda. LRT Jabodebek memiliki lori evakuasi, sementara di KRL disediakan ramp dan area kursi roda. Di Whoosh, setiap gerbong dilengkapi kursi roda serta jalur aksesibel agar seluruh pelanggan mendapatkan perlindungan setara.
“Keselamatan adalah hak semua pelanggan, tanpa terkecuali,” tegas Anne.
Selain kesiapan petugas, setiap rangkaian kereta juga dilengkapi peralatan keselamatan berstandar internasional, seperti Passenger Emergency Call, rem darurat, tombol SOS, dan pemecah kaca yang dapat digunakan saat keadaan genting.
Anne juga mengimbau seluruh pelanggan untuk mengenali letak alat-alat keselamatan sebelum perjalanan dimulai.
Baca juga : BNI Perkuat Inklusi Keuangan dan Transaksi Digital Lewat FinExpo 2025
“Rasa aman dimulai dari kesadaran kita bersama,” ujarnya.
Dalam situasi darurat, pelanggan diminta tetap tenang dan mengikuti instruksi petugas di lapangan.
Khusus untuk kereta api jarak jauh dan lokal, KAI menyiagakan layanan informasi 24 jam melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-222-33-121, email [email protected], serta akun resmi @KAI121 di Instagram, X, dan Facebook.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan berorientasi pada keselamatan. Setiap keputusan di lapangan selalu bertujuan agar seluruh pelanggan selamat sampai tujuan,” tutup Anne.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya